KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq melepas peserta lomba Pawai Kereta Hias Takbir 1444 H, Jumat (21/4/2023) malam.
Sebanyak 26 peserta mengikuti lomba yang mengambil start di depan Panggung Putri Kemuning Coastal Area Tanjungbalai Karimun.
“Kita isi malam kemenangan dengan kegiatan syiar Islam, takbir berkeliling mengagungkan kebesaran Allah SWT,” ucap Bupati dalam sambutannya.
Selain melepas peserta pawai lomba kereta hias, Bupati juga mengingatkan khususnya kendaraan roda dua agar tidak kebut-kebutan di jalan. Karena dapat menghilangkan syiar Islam yang dilakukan di hari kemenangan ini.
“Dengan adanya festival ini tentunya terjadi konvoi kendaraan roda empat dan roda dua. Kami meminta kendaraan roda empat, dan roda dua khususnya dapat menjaga keamanan dan ketertiban berlalu lintas. Jangan kebut-kebutan, kalau itu kita lakukan dengan euforia berlebihan dapat menghilangkan nilai-nilai syiar di hari kemenangan ini,” pesan Bupati.

Namun sayangnya, peringatan Bupati tersebut tidak diindahkan. Konvoi kendaraan roda dua tetap saja saling kebut-kebutan di jalan dengan iringan bisingnya suara knalpot racing memekakkan telinga dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat.
Meski tim pengamanan dari Polres, personel TNI AD, personel TNI AL, personel POM AL, personel Dishub dan Satpol PP sudah disiagakan, namun konvoi kendaraan roda dua dengan menggunakan knalpot racing tetap bisa bebas ugal-ugalan, dan mengebut di jalan raya.
“Saya senantiasa berdo’a semoga semuanya selamat sampai tujuan, dan kegiatan pawai takbiran ini berjalan tertib, aman dan lancar,” harap Bupati.
Ridwan salah seorang warga menyampaikan, seharusnya kendaraan roda dua yang konvoi menggunakan knalpot racing ini bisa diminimalisir oleh petugas keamanan sehingga tidak mengganggu pengguna jalan yang senantiasa was-was.
“Tim pengamanan seharusnya bisa meminimalisir kendaraan roda dua agar tidak mengganggu penguna jalan lain dengan memasang barikade dan melarang kendaraan roda 2 yang menggunakan knalpot racing untuk ikut bersama rombongan pawai,” cetusnya.
Ia melanjutkan, pengendara roda 2 yang ikut rombongan seharusnya mengisi pawai menyambut hari kemenangan dengan suara takbir, bukan dengan suara kebisingan knalpot.
“Kalo saya lihat malam takbiran ini justru dijadikan ajang balapan liar oleh kompoi sepeda motor, bukan untuk mensyiarkan hari kemenangan dengan lantunan rakbir,” tutupnya. (nku)




