Karimun, kabarkarimun.co.id – Mesin PLTU Unit 2 dipastikan keluar sistem dari tanggal 15 mei 2023 hingga tanggal 2 juni 2023 dikarenakan sudah masuk waktu pemeliharaan periodik.
Hal tersebut diungkapkan kepala ULPLN Hendrico kepada kabarkarimun, selasa (16/05/2023).
“Mesin PLTU unit 2 sudah keluar dari sistem sejak semalam, dan saat ini kelistrikan karimun dalam keadaan siaga,” ungkapnya.
Meski 1 mesin PLTU yang berkekuatan 5 MW tersebut sudah keluar sistem, namun PLN Tanjung Balai karimun berusaha tidak akan melakukan pemadaman bergilir jika beban puncak mencukupi.
“Untuk hari ini, cuaca mendukung kondisi beban puncak masih diangka 27 MW, kemampuan pembangkit yg tersisa 28,5 MW artinya masih bisa tercover. Mudah-mudahan saja cuaca bersahabat selama proses pemeliharaan PLTU sehingga penggunaan listrik tidak tinggi sehingga melebihi kapasitas,” jelasnya.
Namun demikian, jika terjadi kelebihan kapasitas, Hendrico meminta hotel-hotel dan swalayan agar dapat beralih ke Genset jika dibutuhkan.
“Jika over kapasistasnya tidak berlebihan, kita minta bantu hotel-hotel dan swalayan untuk beralih ke Genset tidak menggunakan listrik PLN jika dibutuhkan. Kami juga sebelumnya sudah mengirimkan surat ke pihak hotel dan swalayan bahwa saat ini kondisi kelistrikan sedang siaga karena keluarnya PLTU unit 2 dari sistem kelistrikan karimun,” lanjutnya.
Saat ini total daya kelistrikan PLN di Karimun adalah sebesar 33 MW, dengan keluarnya PLTU unit 2, daya yang dihasilkan menjadi 28 MW.
“Kondisi cuaca panas yang ekstrem beberapa hari belakangan sempat mengakibatkan beban puncak penggunaan listrik mencapai angka 32,5 MW,” tutupnya.(nku)




