BerandaKARIMUNPasien RSUD Muhammad Sani...

Pasien RSUD Muhammad Sani Melonjak, Bupati Aunur Rafiq Minta Pelayanan Ditingkatkan

spot_img

KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq melakukan sidak terkait kualitas pelayanan terhadap pasien di RSUD Muhammad Sani, Rabu (31/05/2023).

Sidak tersebut dilakukan lantaran terjadinya penumpukan pasien yang berobat dan sempat dikeluhkan oleh masyarakat.

“Dari hasil sidak, memang beberapa bulan terakhir terjadi lonjakan pasien yang berobat di RSUD Muhammad Sani, yang biasanya masyarakat yang berobat rata-rata berjumlah 200-250 orang, beberapa bulan terakhir ini meningkat menjadi 400 orang perhari,” ujarnya.

Untuk itu, Rafiq meminta pihak RSUD Muhammad Sani, bersama BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan Karimun bersama-sama mencarikan solusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

“Terkait hal ini kami minta pihak RSUD Muhammad Sani harus mengambil langkah-langkah tepat, sehingga masyarakat yang ingin berobat jangan sampai terlalu lama menunggu,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD Muhammad Sani Rosdiana menyampaikan, salah satu kendala sehingga menyebabkan tumpukan pasien yakni karena peralihan sistem digitalisasi data pasien sesuai ketentuan BPJS.

“Pasien yang datang harus finger print. Untuk pasien tertentu seperti lansia kami harus lakukan berulang ulang lantaran sidik jarinya sulit terbaca sistem karena faktor usia, apalagi sistem ini baru pertama kali diterapkan sehingga pasien harus direkam sidik di semua jarinya, dan memang ini memakan waktu yang cukup lama,” tuturnya.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa kapasitas bangunan serta ruangan di RSUD Muhammad Sani dianggap sudah tidak mampu mendukung lonjakan pasien berobat yang terus meningkat.

“Awal didirikannya RSUD Muhammad Sani ini jumlah dokter spesialisnya hanya 5 orang, sementara sekarang sudah berjumlah 32 orang, sehingga ruangnya terpaksa disekat untuk dijadikan poly, dan hal ini membuat ruang tunggu semakin sempit. Untuk itu kami meminta ke pemerintah daerah agar dianggarkan untuk perluasan ruangan di rumah sakit,” lanjutnya.

Atas permasalahan tersebut, pihak rumah sakit diminta untuk melakukan perbaikan dengan pemisahan pasien di ruang tunggu sehingga tidak terjadi penumpukan dan pasien yang mengantri juga tetap nyaman selama menunggu. (nku)

spot_img
SARAN BERITA

Pasien RSUD Muhammad Sani Melonjak, Bupati Aunur Rafiq Minta Pelayanan Ditingkatkan

KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq melakukan sidak terkait kualitas pelayanan terhadap pasien di RSUD Muhammad Sani, Rabu (31/05/2023).

Sidak tersebut dilakukan lantaran terjadinya penumpukan pasien yang berobat dan sempat dikeluhkan oleh masyarakat.

“Dari hasil sidak, memang beberapa bulan terakhir terjadi lonjakan pasien yang berobat di RSUD Muhammad Sani, yang biasanya masyarakat yang berobat rata-rata berjumlah 200-250 orang, beberapa bulan terakhir ini meningkat menjadi 400 orang perhari,” ujarnya.

Untuk itu, Rafiq meminta pihak RSUD Muhammad Sani, bersama BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan Karimun bersama-sama mencarikan solusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

“Terkait hal ini kami minta pihak RSUD Muhammad Sani harus mengambil langkah-langkah tepat, sehingga masyarakat yang ingin berobat jangan sampai terlalu lama menunggu,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur RSUD Muhammad Sani Rosdiana menyampaikan, salah satu kendala sehingga menyebabkan tumpukan pasien yakni karena peralihan sistem digitalisasi data pasien sesuai ketentuan BPJS.

“Pasien yang datang harus finger print. Untuk pasien tertentu seperti lansia kami harus lakukan berulang ulang lantaran sidik jarinya sulit terbaca sistem karena faktor usia, apalagi sistem ini baru pertama kali diterapkan sehingga pasien harus direkam sidik di semua jarinya, dan memang ini memakan waktu yang cukup lama,” tuturnya.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa kapasitas bangunan serta ruangan di RSUD Muhammad Sani dianggap sudah tidak mampu mendukung lonjakan pasien berobat yang terus meningkat.

“Awal didirikannya RSUD Muhammad Sani ini jumlah dokter spesialisnya hanya 5 orang, sementara sekarang sudah berjumlah 32 orang, sehingga ruangnya terpaksa disekat untuk dijadikan poly, dan hal ini membuat ruang tunggu semakin sempit. Untuk itu kami meminta ke pemerintah daerah agar dianggarkan untuk perluasan ruangan di rumah sakit,” lanjutnya.

Atas permasalahan tersebut, pihak rumah sakit diminta untuk melakukan perbaikan dengan pemisahan pasien di ruang tunggu sehingga tidak terjadi penumpukan dan pasien yang mengantri juga tetap nyaman selama menunggu. (nku)

SARAN BERITA