BerandaKARIMUNAnak Nelayan Pulau Kundur...

Anak Nelayan Pulau Kundur Karimun Raih Gelar Doktor di Hokkaido University Jepang

spot_img

KARIMUN, kabarkarimun.co.id – D.Eng.Hakas Prayuda, S.T, M.Eng, Ph.D merupakan salah satu putera terbaik asal Kundur, Kabupaten Karimun yang berhasil meraih gelar Doktor of Enginering di Hokkaido University, Jepang.

Bersamaan itu, Hakas Prayuda juga meraih gelar P.hd di Thammasat University Thailand. Dua gelar bergengsi ini diraihnya di usia masih 30 tahun.

Perjalanan Hakas Prayuda meraih dua gelar di luar negeri tersebut tidak mudah. Banyak rintangan yang harus ia hadapi sebelum mendapatkan beasiswa se Asean.

Pria lulusan Teknik Sipil di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini tidak langsung bekerja setelah meraih gelar sarjana.

Tetapi ia melanjutkan studi untuk mengambil gelar Master Enginering di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

“Setelah lulus S1 di UMY, saya tidak mau langsung bekerja dulu, pengennya tetap melanjutkan sekolah dengan lanjut ngambil gelar S2 di UGM. Ternyata hasilnya diluar ekpektasi, saya berhasil lulus dengan IPK 3,86,” ujar Hakas Prayuda saat di ditemui kabarkarimun.co.id, Sabtu (17/05/2023).

Keberhasilan lulus dengan predikat summa cumlaude di UGM, ia kembali berambisi untuk melanjutkan sekolahnya kejenjang internasional demi meraih gelar doktor.

“Saya awalnya sempat mendaftar program beasiswa di universitas yang ada di negara Prancis, dan Inggris, dan diterima. Cuma mereka hanya menawarkan beasiswa parsial, tidak full, akhirnya saya batalkan karena keterbatasan biaya,” lanjutnya.

Putra dari pasangan Kamis yang berprofesi sebagai nelayan, dan Haula yang merupakan guru di salah satu SD Pulau Kundur ini harus kembali bersaing, dan mencari universitas yang menawarkan program beasiswa secara full.

“Beruntung di tahun 2018, saya menemukan satu program dari ASEAN yang bekerjasama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) yang menyediakan beasiswa pendidikan full khusus untuk anak-anak yang ada di negara ASEAN,” tambahnya.

Hakas menjadi satu-satunya orang Indonesia yang berhasil mendapatkan beasiswa tersebut, namun harus menjalankan kuliah di dua negara sekaligus.

“Karena program ini kolaborasi dari 2 negara, maka kuliahnya harus di 2 negara. Beasiswa tersebut diberikan selama 3 tahun, 1,5 tahun di Thailand dan 1,5 tahun di Jepang. Lantaran tahun 2019 ada Covid-19, program tersebut sempat terhenti, dan dilanjutkan lagi di tahun 2020,” ucapnya.

Hakas harus menyelesaikan materi selama setengah tahun di Thailand, kemudian balik lagi ke Jepang untuk praktek 1,5 tahun. Kemudian kembali lagi ke Thailand selama 1 tahun untuk penelitian akhir.

“Tahun 2023, Saya mendapatkan gelar Doctor Of Enginering dari University Hokkaido Jepang. Dua minggu kemudian mendapatkan gelar Ph.D di Thamassat University Thailand,” paparnya.

Keberhasilan gelar yang ia peroleh dari dua negara berbeda tersebut membuahkan keberkahan tersendiri. Ia dikontrak oleh perusahaan besar di Thailand untuk meneliti material semen untuk kunstruksi beton.

“Meneliti material semen di perusahaan tersebut itu cuma jangka pendek. Target saya mudah-mudahan berhasil meraih gelar profesor sebelum usia 40 tahun nantinya,” harapnya.

Terakhir, ia berpesan kepada putra dan putri Karimun yang masih duduk di bangku sekolah untuk terus belajar, dan berusaha sehingga berhasil meraih prestasi di kancah internasional.

“Kuncinya harus menguasai bahasa inggris jika ingin melanjutkan sekolah keluar negeri, kemudian belajar yang giat, karena biaya bukanlah hambatan. Banyak program beasiswa internasional yang bisa kita manfaatkan, asal kita mau berusaha mencari informasi lewat internet,” tutupnya. (nku)

spot_img
SARAN BERITA

Anak Nelayan Pulau Kundur Karimun Raih Gelar Doktor di Hokkaido University Jepang

KARIMUN, kabarkarimun.co.id – D.Eng.Hakas Prayuda, S.T, M.Eng, Ph.D merupakan salah satu putera terbaik asal Kundur, Kabupaten Karimun yang berhasil meraih gelar Doktor of Enginering di Hokkaido University, Jepang.

Bersamaan itu, Hakas Prayuda juga meraih gelar P.hd di Thammasat University Thailand. Dua gelar bergengsi ini diraihnya di usia masih 30 tahun.

Perjalanan Hakas Prayuda meraih dua gelar di luar negeri tersebut tidak mudah. Banyak rintangan yang harus ia hadapi sebelum mendapatkan beasiswa se Asean.

Pria lulusan Teknik Sipil di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini tidak langsung bekerja setelah meraih gelar sarjana.

Tetapi ia melanjutkan studi untuk mengambil gelar Master Enginering di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

“Setelah lulus S1 di UMY, saya tidak mau langsung bekerja dulu, pengennya tetap melanjutkan sekolah dengan lanjut ngambil gelar S2 di UGM. Ternyata hasilnya diluar ekpektasi, saya berhasil lulus dengan IPK 3,86,” ujar Hakas Prayuda saat di ditemui kabarkarimun.co.id, Sabtu (17/05/2023).

Keberhasilan lulus dengan predikat summa cumlaude di UGM, ia kembali berambisi untuk melanjutkan sekolahnya kejenjang internasional demi meraih gelar doktor.

“Saya awalnya sempat mendaftar program beasiswa di universitas yang ada di negara Prancis, dan Inggris, dan diterima. Cuma mereka hanya menawarkan beasiswa parsial, tidak full, akhirnya saya batalkan karena keterbatasan biaya,” lanjutnya.

Putra dari pasangan Kamis yang berprofesi sebagai nelayan, dan Haula yang merupakan guru di salah satu SD Pulau Kundur ini harus kembali bersaing, dan mencari universitas yang menawarkan program beasiswa secara full.

“Beruntung di tahun 2018, saya menemukan satu program dari ASEAN yang bekerjasama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) yang menyediakan beasiswa pendidikan full khusus untuk anak-anak yang ada di negara ASEAN,” tambahnya.

Hakas menjadi satu-satunya orang Indonesia yang berhasil mendapatkan beasiswa tersebut, namun harus menjalankan kuliah di dua negara sekaligus.

“Karena program ini kolaborasi dari 2 negara, maka kuliahnya harus di 2 negara. Beasiswa tersebut diberikan selama 3 tahun, 1,5 tahun di Thailand dan 1,5 tahun di Jepang. Lantaran tahun 2019 ada Covid-19, program tersebut sempat terhenti, dan dilanjutkan lagi di tahun 2020,” ucapnya.

Hakas harus menyelesaikan materi selama setengah tahun di Thailand, kemudian balik lagi ke Jepang untuk praktek 1,5 tahun. Kemudian kembali lagi ke Thailand selama 1 tahun untuk penelitian akhir.

“Tahun 2023, Saya mendapatkan gelar Doctor Of Enginering dari University Hokkaido Jepang. Dua minggu kemudian mendapatkan gelar Ph.D di Thamassat University Thailand,” paparnya.

Keberhasilan gelar yang ia peroleh dari dua negara berbeda tersebut membuahkan keberkahan tersendiri. Ia dikontrak oleh perusahaan besar di Thailand untuk meneliti material semen untuk kunstruksi beton.

“Meneliti material semen di perusahaan tersebut itu cuma jangka pendek. Target saya mudah-mudahan berhasil meraih gelar profesor sebelum usia 40 tahun nantinya,” harapnya.

Terakhir, ia berpesan kepada putra dan putri Karimun yang masih duduk di bangku sekolah untuk terus belajar, dan berusaha sehingga berhasil meraih prestasi di kancah internasional.

“Kuncinya harus menguasai bahasa inggris jika ingin melanjutkan sekolah keluar negeri, kemudian belajar yang giat, karena biaya bukanlah hambatan. Banyak program beasiswa internasional yang bisa kita manfaatkan, asal kita mau berusaha mencari informasi lewat internet,” tutupnya. (nku)

SARAN BERITA