KARIMUN, kabarkarimun.co.id – PDAM Tirta Mulia Karimun telah mengusulkan biaya peremajaan pipa ke pusat melalui APBN senilai Rp13,5 miliar.
Usulan sesuai DED tahun 2021 itu, untuk peremajaan pipa utama sepanjang 10 KM. Yakni mulai dari waduk utama Seibati, Kecamatan Tebing hingga pipa sekunder di Seilakam, Kecamatan Karimun.
“Usulan perbaikan sekaligus peremajaan pipa utama sudah kami ajukan ke pusat sejak tahun 2021. Tapi belum ditindaklanjuti,” ungkap Direktur PDAM Tirta Mulia Karimun, Herry Budhiarto ST, Senin (31/7).
Lambannya respon pusat, kata Herri, kemungkinan saat itu masih dalam masa pandemi Covid 19. Di sisi lain, pusat juga fokus pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Pastinya kami terus berupaya menggesa agar peremajaan pipa PDAM di Karimun bisa dibiayai APBN,” tegas Herry.
Banyaknya pipa pendistribusian air yang belum diremajakan, kata Herry, menyebabkan masih seringnya terjadi kebocoran. Namun begitu, petugas PDAM selalui siaga jika ada laporan masuk.
“Petugas lapangan kami selalu siap jika ada laporan tentang kebocoran. Seperti yang terjadi di Kampung Harapan, petugas langsung menuju lokasi,” beber Herri.
Saat ini, ujar Herry, petugas sudah melakukan upaya perbaikan. Mudah-mudahan perbaikannya tidak memakan waktu lama.
“Pastinya, kami berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan. Doakan agar perbaikan pipa yang bocor segera teratasi,” imbuh Herry. (ifa)




