KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Rumor terkait batalnya Presiden RI hadir sekaligus membuka GTRA Summit 2023 di Kabupaten Karimun, menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.
Jika memang Presiden batal hadir, tentu berdampak luas pada kekecewaan masyarakat yang sangat berharap kehadiran orang nomor satu di Republik Indonesia ini.
Apalagi rencana kedatangan Presiden digadangkan juga mengunjungi Pasar Puan Maimun. Imbasnya pedagang lapak di pinggir jalan menjadi korban penggusuran.
“Sedari awal masyarakat disuguhkan dengan informasi seolah-olah Presiden RI positif berkunjung ke Karimun. Namun dua hari sebelum pelaksanaan GTRA Summit 2023, masih tidak ada kepastian apakah Presiden jadi datang apa tidak,” ucap Ketua Pemuda Demokrat Indonesia cabang Kabupaten Karimun, Dian Ikhwan, Senin (28/8/2023).
Menurutnya, ketidakpastian tersebut telah menimbulkan efek yang tidak baik di tengah-tengah masyarakat. Sehingga dianggap menjadi misinformasi publik.
“Kalau seandainya ternyata Presiden memang tidak hadir, padahal persiapan sudah dilakukan sedemikian rupa, ini berarti siapa yang ngeprank?” tuturnya.
Buktinya, lanjut Dian, persiapan GTRA Summit 2023 oleh pemerintah cukup matang. Bahkan sampai melakukan penertiban beberapa pedagang yang sempat menimbulkan keributan.
“Padahal Kan bisa dilakukan penertiban secara bertahap dengan cara-cara yang humanis, tapi karena waktu yang singkat dan adanya informasi soal kedatangan Presiden di acara GTRA Summit, akhirnya dilakukan dengan cepat dan instant hingga menimbulkan pertengkaran dengan pihak pedagang,” lanjutnya.
Ia juga berharap, kehadiran Presiden atau pejabat pusat ke daerah hendaknya menghasilkan perputaran ekonomi bagi masyarakat kecil, bukan malah sebaliknya.
“Presiden Jokowi setahu saya sangat mendukung kegiatan UMKM sehingga penertiban pelaku UMKM di Kawasan Kolong kemarin itu, kesannya dapat mencederai semangat beliau dalam mendukung pelaku UMKM,” lanjutnya.
Dian juga menyoroti terkait anggaran fantastis yang dipersiapkan oleh pihak pemerintah guna mensukseskan pelaksanaan kegiatan GTRA summit 2023 ini.
“Dengan pengalokasian dana yang fantastis tersebut, apakah ada dampaknya bagi perekonomian masyarakat di Karimun? Jika tidak, apa alasan kita harus menjadi tuan rumah di tengah kondisi perekonomian masyarakat Karimun yang saat ini sedang sulit,” sergahnya.
“Kami berharap GTRA Summit 2023 ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Kabupaten Karimun. Tidak sekadar menjadi ajang hura-hura saja,” pungkasnya.
Terpisah Bupati Karimun Aunur Rafiq mengaku, belum ada kepastian terkait kedatangan presiden ke Bumi Berazam.
“Belum ada informasi dari Mensesneg terkait hadir tidaknya Presiden RI untuk membuka GTRA Summit 2023. Kita masih menunggu informasinya hari ini (Senin, red),” ucapnya. (nku)




