BerandaKARIMUNTak Dilibatkan Pertemuan dengan...

Tak Dilibatkan Pertemuan dengan Manajemen, Karyawan Eks PT. KG Kecewa Sikap Bupati Aunur Rafiq

spot_img

KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Sejumlah karyawan dan tenaga pengajar eks PT Karimun Granite (KG) kembali menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bupati Karimun, Selasa (03/09/2023).

Unjuk rasa tersebut digelar lantaran pihak eks karyawan, dan tenaga pengajar mengaku kecewa dengan sikap Bupati Karimun, Aunur Rafiq.

Pasalnya, mereka tidak dilibatkan saat pertemuan antara pemerintah dengan pihak managemen pusat PT.KG belum lama ini.

Ketua PUK SPSI PT.KG Tengku Herizal menuturkan, pihak karyawan dan tenaga pengajar merasa kecewa lantaran sampai saat ini pihak pemerintah belum dapat memfasilitasi pertemuan mereka dengan pihak manajemen pusat.

“Kemarin pihak manajemen PT.KG sudah mengadakan pertemuan tertutup dengan pihak pemerintah daerah, dan DPRD Karimun. Namun kami sama sekali tidak dilibatkan, itu yang membuat kami sangat kecewa,” ungkap Herizal kecewa.

Herizal melanjutkan, eks karyawan dan tenaga pengajar hanya meminta kepastian dari pihak manajemen terkait tuntutan yang pernah mereka sampaikan dalam aksi sebelumnya.

“Kami hanya meminta kepastian dari pihak manajemen perusahaan terkait masalah tunggakan gaji, BPJS, pesangon, dan lainnya. Termasuk bukti laporan dari akuntan publik mereka bahwa benar perusahaan tersebut merugi,” imbuhnya.

Selain Herizal, tampak juga perwakilan tenaga pengajar (guru) TK dan SD swasta PT.KG Fitriawati yang ikut berorasi di depan kantor Bupati Karimun untuk memperjuangkan hak para tenaga pengajar.

“Kami menuntut hak gaji kami para tenaga pengajar yang belum dibayarkan pihak PT. KG. Ada beberapa tenaga pengajar yang gajinya selama 2 bulan belum dibayarkan hingga saat ini oleh perusahaan,” tuturnya.

Fitri juga meminta kepastian dari pihak perusahaan terhadap nasib guru, honorer, kontrak, tata usaha, penjaga sekolah, OB, dan operator yang bekerja di TK dan SD swasta PT.KG.

“Kami hanya meminta kepastian dan komitmen langsung dari pihak perusahaan, bagaimana nasib kami ke depan sementara sekolah tetap jalan dan kami tetap diminta bekerja,” jelasnya.

Mendengar keluhan itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq berjanji akan kembali memanggil pihak manajemen perusahaan untuk hadir dan bertemu dengan pihak eks karyawan dan tenaga pengajar yang menggelar aksi tersebut. (nku)

spot_img
SARAN BERITA

Tak Dilibatkan Pertemuan dengan Manajemen, Karyawan Eks PT. KG Kecewa Sikap Bupati Aunur Rafiq

KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Sejumlah karyawan dan tenaga pengajar eks PT Karimun Granite (KG) kembali menggelar unjuk rasa di depan Kantor Bupati Karimun, Selasa (03/09/2023).

Unjuk rasa tersebut digelar lantaran pihak eks karyawan, dan tenaga pengajar mengaku kecewa dengan sikap Bupati Karimun, Aunur Rafiq.

Pasalnya, mereka tidak dilibatkan saat pertemuan antara pemerintah dengan pihak managemen pusat PT.KG belum lama ini.

Ketua PUK SPSI PT.KG Tengku Herizal menuturkan, pihak karyawan dan tenaga pengajar merasa kecewa lantaran sampai saat ini pihak pemerintah belum dapat memfasilitasi pertemuan mereka dengan pihak manajemen pusat.

“Kemarin pihak manajemen PT.KG sudah mengadakan pertemuan tertutup dengan pihak pemerintah daerah, dan DPRD Karimun. Namun kami sama sekali tidak dilibatkan, itu yang membuat kami sangat kecewa,” ungkap Herizal kecewa.

Herizal melanjutkan, eks karyawan dan tenaga pengajar hanya meminta kepastian dari pihak manajemen terkait tuntutan yang pernah mereka sampaikan dalam aksi sebelumnya.

“Kami hanya meminta kepastian dari pihak manajemen perusahaan terkait masalah tunggakan gaji, BPJS, pesangon, dan lainnya. Termasuk bukti laporan dari akuntan publik mereka bahwa benar perusahaan tersebut merugi,” imbuhnya.

Selain Herizal, tampak juga perwakilan tenaga pengajar (guru) TK dan SD swasta PT.KG Fitriawati yang ikut berorasi di depan kantor Bupati Karimun untuk memperjuangkan hak para tenaga pengajar.

“Kami menuntut hak gaji kami para tenaga pengajar yang belum dibayarkan pihak PT. KG. Ada beberapa tenaga pengajar yang gajinya selama 2 bulan belum dibayarkan hingga saat ini oleh perusahaan,” tuturnya.

Fitri juga meminta kepastian dari pihak perusahaan terhadap nasib guru, honorer, kontrak, tata usaha, penjaga sekolah, OB, dan operator yang bekerja di TK dan SD swasta PT.KG.

“Kami hanya meminta kepastian dan komitmen langsung dari pihak perusahaan, bagaimana nasib kami ke depan sementara sekolah tetap jalan dan kami tetap diminta bekerja,” jelasnya.

Mendengar keluhan itu, Bupati Karimun Aunur Rafiq berjanji akan kembali memanggil pihak manajemen perusahaan untuk hadir dan bertemu dengan pihak eks karyawan dan tenaga pengajar yang menggelar aksi tersebut. (nku)

SARAN BERITA