BerandaKARIMUNBanjir di Jelutung, Lahan...

Banjir di Jelutung, Lahan Pertanian Warga Terancam Gagal Panen

spot_img

KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Hujan deras yang melanda Pulau Karimun, Kamis (23/11/2023) dini hari, tidak hanya merendam sejumlah wilayah.

Namun juga terdampak pada lahan pertanian milik warga. Salah satunya,
Lahan pertanian warga di wilayah Jelutung, Kelurahan Darussalam, Kecamatan Meral Barat.

Akibat terendam banjir, lahan yang ditanami berbagai jenis sayuran seperti jagung, cabai, terong, tomat, timun dan lainnya pun terancam gagal panen.

“Lebih kurang satu hektare lahan pertanian habis terendam air. Kalau tidak surut sampai sore, ini bisa menyebabkan gagal panen,” keluh seorang petani, Iman Pratama.

Menurutnya, banjir tersebut terjadi disebabkan air yang mengalir dari daerah pegunungan akibat hujan deras, dan tergenang di lahan pertanian warga.

“Banyaknya aktivitas pengerukan pasir darat di daerah pegununggan ini bisa jadi salah satu faktor penyebab air meluap, dan membanjiri lahan pertanian warga,” ujarnya.

Iman melanjutkan, di lahan pertanian tersebut ada berbagai jenis tumbuhan sayuran seperti Jagung, cabai, terong, tomat, timun dan lainnya.

“Warga di sini sumber penghasilannya ya bertani. Mudah-mudahan banjir segera surut, dan para petani tidak sampai gagal panen,” tutupnya. (nku)

spot_img
SARAN BERITA

Banjir di Jelutung, Lahan Pertanian Warga Terancam Gagal Panen

KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Hujan deras yang melanda Pulau Karimun, Kamis (23/11/2023) dini hari, tidak hanya merendam sejumlah wilayah.

Namun juga terdampak pada lahan pertanian milik warga. Salah satunya,
Lahan pertanian warga di wilayah Jelutung, Kelurahan Darussalam, Kecamatan Meral Barat.

Akibat terendam banjir, lahan yang ditanami berbagai jenis sayuran seperti jagung, cabai, terong, tomat, timun dan lainnya pun terancam gagal panen.

“Lebih kurang satu hektare lahan pertanian habis terendam air. Kalau tidak surut sampai sore, ini bisa menyebabkan gagal panen,” keluh seorang petani, Iman Pratama.

Menurutnya, banjir tersebut terjadi disebabkan air yang mengalir dari daerah pegunungan akibat hujan deras, dan tergenang di lahan pertanian warga.

“Banyaknya aktivitas pengerukan pasir darat di daerah pegununggan ini bisa jadi salah satu faktor penyebab air meluap, dan membanjiri lahan pertanian warga,” ujarnya.

Iman melanjutkan, di lahan pertanian tersebut ada berbagai jenis tumbuhan sayuran seperti Jagung, cabai, terong, tomat, timun dan lainnya.

“Warga di sini sumber penghasilannya ya bertani. Mudah-mudahan banjir segera surut, dan para petani tidak sampai gagal panen,” tutupnya. (nku)

SARAN BERITA