BerandaKARIMUNHeboh di Medsos, Komisioner...

Heboh di Medsos, Komisioner Bawaslu Kab.Karimun Dituding Tak Beretika Saat Audiensi

spot_img

KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Postingan salah satu pengguna facebook dengan nama Dedie Irawan terkait etika dan adab salah seorang Komisioner Bawaslu Kab.Karimun saat melayani tamu undangan menjadi perbincangan netizen.

Dalam postingan tersebut, Dedie Irawan menuliskan “Seperti ini ya cara Bawaslu Karimun melayani tamu undangan? dari awal dimulai pertemuan sampai selesai tamu menjelaskan dan berbicara, anda malah lebih fokus ke handphone? Dimana etika, dan adab dalam melayani tamu undangan? Aduh miris”.

Pengguna facebook dengan nama Dedie Irawan tersebut juga mengunggah photo yang memperlihatkan salah seorang Komisioner Bawaslu Nurrul Izzatur rahmi yang terlihat memperhatikan handphone saat PC.Tidar memenuhi undangan Bawaslu Karimun untuk melakukan audiensi.

“Saya hadir di dalam ruangan pada saat audiensi tersebut, dan saya melihat Buk Nurul itu dari awal pertemuan hingga selesai lebih fokus melihat layar hpnya ketimbang mengikuti diskusi audiensi dengan PC.Tidar Karimun,” ungkap Dedie Irawan saat dikonfirmasi, Minggu (03/12/2023).

Dedie Irawan yang juga Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Advokasi PC.Tidar Karimun sangat menyayangkan sikap yang ditunjukkan oleh salah satu komisioner Bawaslu tersebut.

“Acara audiensi nya tersebut tidak berlangsung lama, hanya sekitar 30 menit. Lantaran tidak adanya jawaban secara pasti dan tepat,” ungkap Dedi.

Salah satu pengguna FB dengan akun Pa Rizal yang diketahui berprofesi sebagai seorang dosen di salah satu perguruan tinggi di Karimun ikut mengomentari postingan Dedie Irawan.

“Ini bisa jadi bahan kajian untuk kami lakukan audiensi. Nanti masing-masing pimpinan ini bisalah kita uji kapasitasnya, pemilu yang baik tidak hanya dari pemainnya saja, wasit juga perlu kita kritisi jika tidak kompeten, saya rasa begitu,” isi komentar Pa Rizal di postingan Dedie Irawan.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Karimun Nurul Izzatur Rahmi Saat dikonfirmasi mengklarifikasi, maksudnya membuka handphone saat berjalannya audiensi adalah untuk membaca beberapa pasal terkait Pemilu serta aturan lain terkait penertiban Alat Peraga Sosialisasi (APS) dalam bentuk file PDF serta hal lainnya yang berkaitan dengan pembahasan saat itu, guna memberikan penjelasan kepada PC.Tidar Karimun.

“Saya melihat handphone hanya untuk maksud tersebut dan hanya memakan waktu beberapa saat saja, setelah itu saya meletakkan kembali handphone dan dan fokus dengan pembahasan sampai dengan selesainya audiensi,” katanya.

Ia melanjutkan, saat membuka handphone untuk melihat beberapa regulasi tersebut, diwaktu yang bersamaan dilakukan dokumentasi kegiatan audiensi.

“Saya sangat menghormati dan menyimak audiensi tersebut, karena salah satu program kerja Bawaslu adalah melibatkan peran masyarakat secara langsung dalam mengawasi jalannya pemilu serentak tahun 2024,” tutupnya. (nku)

spot_img
SARAN BERITA

Heboh di Medsos, Komisioner Bawaslu Kab.Karimun Dituding Tak Beretika Saat Audiensi

KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Postingan salah satu pengguna facebook dengan nama Dedie Irawan terkait etika dan adab salah seorang Komisioner Bawaslu Kab.Karimun saat melayani tamu undangan menjadi perbincangan netizen.

Dalam postingan tersebut, Dedie Irawan menuliskan “Seperti ini ya cara Bawaslu Karimun melayani tamu undangan? dari awal dimulai pertemuan sampai selesai tamu menjelaskan dan berbicara, anda malah lebih fokus ke handphone? Dimana etika, dan adab dalam melayani tamu undangan? Aduh miris”.

Pengguna facebook dengan nama Dedie Irawan tersebut juga mengunggah photo yang memperlihatkan salah seorang Komisioner Bawaslu Nurrul Izzatur rahmi yang terlihat memperhatikan handphone saat PC.Tidar memenuhi undangan Bawaslu Karimun untuk melakukan audiensi.

“Saya hadir di dalam ruangan pada saat audiensi tersebut, dan saya melihat Buk Nurul itu dari awal pertemuan hingga selesai lebih fokus melihat layar hpnya ketimbang mengikuti diskusi audiensi dengan PC.Tidar Karimun,” ungkap Dedie Irawan saat dikonfirmasi, Minggu (03/12/2023).

Dedie Irawan yang juga Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Advokasi PC.Tidar Karimun sangat menyayangkan sikap yang ditunjukkan oleh salah satu komisioner Bawaslu tersebut.

“Acara audiensi nya tersebut tidak berlangsung lama, hanya sekitar 30 menit. Lantaran tidak adanya jawaban secara pasti dan tepat,” ungkap Dedi.

Salah satu pengguna FB dengan akun Pa Rizal yang diketahui berprofesi sebagai seorang dosen di salah satu perguruan tinggi di Karimun ikut mengomentari postingan Dedie Irawan.

“Ini bisa jadi bahan kajian untuk kami lakukan audiensi. Nanti masing-masing pimpinan ini bisalah kita uji kapasitasnya, pemilu yang baik tidak hanya dari pemainnya saja, wasit juga perlu kita kritisi jika tidak kompeten, saya rasa begitu,” isi komentar Pa Rizal di postingan Dedie Irawan.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Karimun Nurul Izzatur Rahmi Saat dikonfirmasi mengklarifikasi, maksudnya membuka handphone saat berjalannya audiensi adalah untuk membaca beberapa pasal terkait Pemilu serta aturan lain terkait penertiban Alat Peraga Sosialisasi (APS) dalam bentuk file PDF serta hal lainnya yang berkaitan dengan pembahasan saat itu, guna memberikan penjelasan kepada PC.Tidar Karimun.

“Saya melihat handphone hanya untuk maksud tersebut dan hanya memakan waktu beberapa saat saja, setelah itu saya meletakkan kembali handphone dan dan fokus dengan pembahasan sampai dengan selesainya audiensi,” katanya.

Ia melanjutkan, saat membuka handphone untuk melihat beberapa regulasi tersebut, diwaktu yang bersamaan dilakukan dokumentasi kegiatan audiensi.

“Saya sangat menghormati dan menyimak audiensi tersebut, karena salah satu program kerja Bawaslu adalah melibatkan peran masyarakat secara langsung dalam mengawasi jalannya pemilu serentak tahun 2024,” tutupnya. (nku)

SARAN BERITA