KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Kantor Kesehatan Kelas II Karimun kembali gencarkan peningkatan pengawasan kepada para pelaku perjalanan luar negeri.
Hal ini terkait Surat Edaran Kementrian Kesehatan RI Nomor: PM.03.01/C/4732/2023 Tentang Kewaspadaan Terhadap kejadian Mycoplasma Pneumonia di Indonesia.
Dalam Surat Edaran tersebut, Kementrian Kesehatan RI meminta seluruh Kantor Kesehatan Pelabuhan di Indonesia untuk meningkatkan pengawasan terhadap orang, alat angkut, barang bawaan, dan lainnya.
Termasuk melakukan pemantauan, koordinasi dan penelusuran kepada lintas sektor dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, Dinas Kesehatan setempat, serta Imigrasi.
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Tanjung Balai Karimun Novi Hendri, SKM, M.Sc melalui staf bagian Upaya Kesehatan Lintas Wilayah dr. Rio Rachmuddin Putra mengatakan, saat ini pengetatan pengawasan kembali diberlakukan di pelabuhan internasional Karimun dengan menggunakan alat pengukur suhu tubuh (Thermoscanner) guna mewaspadai penyebaran Mycoplasma pneumonia di Kab.Karimun.
“Pencegahan yang kami lakukan di Pelabuhan Internasional Karimun saat ini adalah pengetatan pengawasan kepada penumpang yang tiba di pelabuhan internasional. Khususnya yang berasal dari Negara terjangkit (China),” ucap Rio Rachmuddin saat ditemui, Jum’at (08/12/2023).
Menurutnya, gejala awal pengidap Mycoplasma pneumonia ialah Demam yang kemudian disertai dengan batuk, dan pilek yang menyebabkan pengidap menjadi sesak napas.
“Mycoplasma pneumonia ini adalah sejenis bakteri. Berbeda dengan covid-19 yang penyebabnya adalah virus, Mycoplasma pneumonia ini menyebabkan infeksi ringan pada system pernapasan. Biasanya jika yang terinfeksi itu orang dewasa, gejalanya tidak begitu berat, sehingga penderitanya masih mampu beraktifitas.
Namun sebaliknya jika terinfeksi pada bayi dan anak-anak, infeksi Mycoplasma Pneumonia berisiko lebih besar untuk menimbulkan gejala berat,” katanya.
Dilihat dari cara penyebarannya Mycoplasma Pneumonia ini menyebar melalui percikan air liur (Droplets) di udara ketika penderitanya batuk atau bersin, Selanjutnya jika ada orang yang tidak sengaja menghirup percikan tersebut maka bakteri tersebut akan masuk dan menginfeksi tubuhnya serta akan menimbulkan gejala.
“Dilaporkan WHO mendeteksi di China adanya peningkatan kasus Mycoplasma Pneumonia sejak Mei 2023 sebanyak 40% dan pasien anak-anak disana menjadi yang terbanyak,” lanjutnya.
Untuk itu, Peningkatan Pengawasan dipintu masuk lintas negara Pelabuhan Internasional Karimun dipandang perlu menurut dr.Rio untuk mengetahui suhu tubuh bagi penumpang yang tiba dari negara lain.
“Sesuai standard WHO, Suhu normal pada tubuh manusia itu dibawah 37,5 derajat calcius, kalo diatas itu artinya seseorang sedang mengalami demam. Jika ada penumpang yang suhu badannya diatas 37,5 derajat calcius, itu akan kami periksa lebih lanjut,” paparnya.
Namun, dr.Rio berharap masyarakat tidak perlu panik, karena bakteri Mycoplasma pneumonia ini tidaklah seganas virus covid-19, dan umumnya penderita gejala ringan dapat sembuh sendiri dengan perawatan mandiri dirumah
“Masyarakat tidak perlu panik, cukup galakkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menggunakan Masker jika sedang sakit untuk pencegahan infeksi, terutama untuk anak-anak, karena anak-anak usia sekolah ini merupakan yang paling rentan terserang,” tutupnya. (nku)




