KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Kualitas air baku di Danau Sentani, dan Danau Bati mengalami penurunan. Akibatnya, warna air pun menjadi kehitaman.
Plt. Kabag Hubungan Langganan Perumda Tirta Mulya Karimun Muhamad Asrizal menyebutkan, faktor perubahan warna air di danau tersebut merupakan faktor alami yang tidak dapat dicegah.
“Air baku Danau Sentani, dan Danau Bati itu dulunya berwarna kecoklatan, sekarang sudah berwarna kehitaman. Kami sudah memberikan dosis penggunaan bahan kimia secara maksimal sesuai standar, namun kualitas airnya tidak juga menjadi jernih,” ungkap Rizal saat meninjau lokasi Danau Sentani, Sabtu (27/4).
Namun, Rizal menambahkan, air yang berwarna sedikit kekuningan tersebut tetap aman digunakan sesuai dengan penelitian di laboratorium yang pernah dilakukan pihak Perumda Tirta Mulya.
“Sudah kami lakukan penelitian di laboratorium, air tersebut tetap aman digunakan. Kalau dipaksakan menambahkan bahan kimia lebih dari standar PDAM, justru itu akan menjadikan air tidak aman digunakan,” tambahnya.
Terkait keluhan pengguna soal sisa kotoran (dedak) dan air keruh, Rizal menyebut bahwa pihaknya sering mendapatkan laporan terkait hal itu.
Terlebih saat perbaikan pipa yang mengalami kebocoran. Tak jarang kotoran dari luar ikut masuk melalui celah pipa yang bocor tersebut sehingga sampai ke konsumen pun airnya menjadi kotor.
“Pastinya, kami sudah mengantisipasi hal ini dengan melakukan pembersihan bak penampungan air sebanyak 2 kali dalam seminggu. Khususnya membersihkan sisa desak dari proses kimiawi, dan membangun wash out (saluran pembuangan) di beberapa titik untuk membuang sisa air kotor sehingga air bersih dapat kembali dialirkan,” lanjutnya.
Rizal berharap, masyarakat melakukan pelaporan terkait masalah kondisi air yang mengalir ke rumah pelanggan.
“Kami berharap pelanggan melakukan pelaporan jika ada keluhan sehingga kami dapat langsung bertindak. Perumda Tirta Mulya Karimun senantiasa berkomitmen menjaga kenyamanan serta pelayanan maksimal kepada masyarakat,” tutupnya. (nku)




