BerandaKARIMUNGiliran RSUD Tanjungbatu Tutup...

Giliran RSUD Tanjungbatu Tutup Layanan Poli Gigi Akibat Kekurangan Dokter

spot_img

KUNDUR, kabarkarimun.co.id – Kekurangan tenaga medis, masih menghantui pelayanan kesehatan di Pulau Kundur.

Setelah layanan UGD di Puskemas Kundur Barat ditutup, kini giliran RSUD Tanjungbatu melakukan hal serupa.

Masih dengan alasan kekurangan dokter, membuat RSUD menutup Poli Gigi. Padalah, RSUD Tanjungbatu berupaya mengejar status tipe C.

Direktur RSUD Tanjungbatu dr.H. Suharyanto mengaku, terhitung 1 Februari pelayanan Poliklinik Gigi ditutup. Penutupan layanan Poliklinik Gigi disebakan tidak adanya tenaga medis dokter gigi.

“Iya terhitung awal Februari 2025 layanan Poliklinik Gigi di RSUD Tanjungbatu tutup,” terang Suharyanto, Minggu (2/2/2025).

Dikatakan berdasarkan surat Bupati Karimun Nomor : P100.2.1/0352/2025 perihal Penataan Pegawai Non ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun, bagi tenaga non ASN masa kerja kurang dari 2 (dua) tahun, maka masa kerjanya tidak dapat diperpanjang lagi.

Terdapat 17 tenaga non ASN RSUD Tanjungbatu masa kerjanya tidak boleh diperpanjang lagi. Termasuk diantaranya 5 tenaga dokter dengan status PTT di RSUD Tanjungbatu Kundur.

“Rinciannya, 4 dokter umum, dan 1 Dokter Gigi tidak dapat diperpanjang lagi,” jelas Suharyanto.

Sampai saat ini, RSUD Tanjungbatu Kundur hanya memiliki dua orang tenaga dokter umum saja. Ditambah dengan dua tenaga dokter yang diperbantukan sementara dari Puskesmas.

‘Untuk itu, RSUD Tanjungbatu membutuhkan penambahan tenaga medis tetap minimal tiga dokter umum dan satu dokter gigi,” bebernya.

Menurut Suharyanto dengan keterbatasan tenaga medis dokter, maka RSUD Tanjungbatu buka layanan sistem shif pertama pagi pukul 07.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB.

“Artinya, satu orang dokter melayani poli rawat jalan, IGD dan rawat inap,” paparnya.

Selanjutnya shif kedua pukul 14.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB. Yakni, satu orang dokter melayani IGD dan visite rawat inap.

Shif ketiga dari pukul 21.00 WIB sampai pukul 07.00 WIB, satu orang dokter melayani IGD secara on call ( via telpon).

“Terkait kekurangan tenaga medis dokter kami sudah mengirimkan surat pemberitahuan kondisi pelayanan RSUD Tanjungbatu kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun. Surat tersebut kita tembusan ke Bupati, Ketua DPRD, Kepala Inspektorat, Kepala BPKSDM, Kepala BPJS cabang Karimun, dan camat se- pulau Kundur.

Menanggapi masalah tersebut Bupati Karimun Aunur Rafiq saat hadir peringatan Isra Mi’raj di Islamic Center Kundur, mengatakan pihaknya sudah menyurati Menteri PAN RB. Selanjutnya akan konfirmasi dengan kepala dinas kesehatan terkait keberadaan dokter PTT maupun tenaga medis tersebut. Karena masalah ini menyangkut pelayanan masyarakat. (mas)

spot_img
SARAN BERITA

Giliran RSUD Tanjungbatu Tutup Layanan Poli Gigi Akibat Kekurangan Dokter

KUNDUR, kabarkarimun.co.id – Kekurangan tenaga medis, masih menghantui pelayanan kesehatan di Pulau Kundur.

Setelah layanan UGD di Puskemas Kundur Barat ditutup, kini giliran RSUD Tanjungbatu melakukan hal serupa.

Masih dengan alasan kekurangan dokter, membuat RSUD menutup Poli Gigi. Padalah, RSUD Tanjungbatu berupaya mengejar status tipe C.

Direktur RSUD Tanjungbatu dr.H. Suharyanto mengaku, terhitung 1 Februari pelayanan Poliklinik Gigi ditutup. Penutupan layanan Poliklinik Gigi disebakan tidak adanya tenaga medis dokter gigi.

“Iya terhitung awal Februari 2025 layanan Poliklinik Gigi di RSUD Tanjungbatu tutup,” terang Suharyanto, Minggu (2/2/2025).

Dikatakan berdasarkan surat Bupati Karimun Nomor : P100.2.1/0352/2025 perihal Penataan Pegawai Non ASN di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun, bagi tenaga non ASN masa kerja kurang dari 2 (dua) tahun, maka masa kerjanya tidak dapat diperpanjang lagi.

Terdapat 17 tenaga non ASN RSUD Tanjungbatu masa kerjanya tidak boleh diperpanjang lagi. Termasuk diantaranya 5 tenaga dokter dengan status PTT di RSUD Tanjungbatu Kundur.

“Rinciannya, 4 dokter umum, dan 1 Dokter Gigi tidak dapat diperpanjang lagi,” jelas Suharyanto.

Sampai saat ini, RSUD Tanjungbatu Kundur hanya memiliki dua orang tenaga dokter umum saja. Ditambah dengan dua tenaga dokter yang diperbantukan sementara dari Puskesmas.

‘Untuk itu, RSUD Tanjungbatu membutuhkan penambahan tenaga medis tetap minimal tiga dokter umum dan satu dokter gigi,” bebernya.

Menurut Suharyanto dengan keterbatasan tenaga medis dokter, maka RSUD Tanjungbatu buka layanan sistem shif pertama pagi pukul 07.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB.

“Artinya, satu orang dokter melayani poli rawat jalan, IGD dan rawat inap,” paparnya.

Selanjutnya shif kedua pukul 14.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB. Yakni, satu orang dokter melayani IGD dan visite rawat inap.

Shif ketiga dari pukul 21.00 WIB sampai pukul 07.00 WIB, satu orang dokter melayani IGD secara on call ( via telpon).

“Terkait kekurangan tenaga medis dokter kami sudah mengirimkan surat pemberitahuan kondisi pelayanan RSUD Tanjungbatu kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun. Surat tersebut kita tembusan ke Bupati, Ketua DPRD, Kepala Inspektorat, Kepala BPKSDM, Kepala BPJS cabang Karimun, dan camat se- pulau Kundur.

Menanggapi masalah tersebut Bupati Karimun Aunur Rafiq saat hadir peringatan Isra Mi’raj di Islamic Center Kundur, mengatakan pihaknya sudah menyurati Menteri PAN RB. Selanjutnya akan konfirmasi dengan kepala dinas kesehatan terkait keberadaan dokter PTT maupun tenaga medis tersebut. Karena masalah ini menyangkut pelayanan masyarakat. (mas)

SARAN BERITA