KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Capaian investasi di kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas (PBPB)/ Free Trade Zone (FTZ) Kabupaten Karimun hingga tahun 2025 sebesar Rp22.128.199.135.168,40 triliun.
Rinciannya, investasi berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp20.920.058.297.149,40 triliun, dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sekitar Rp1.208.140.838.022 triliun.
Hal ini diungkapkan Direktur Perizinan BP Karimun Henry Aris Bawole di sela sosilisasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal tahun 2025 di Aston Hotel Karimun, Kamis (18/9/2025).
Selain nilai investasi, Henry juga menyampaikan kenaikan terjadi pada jumlah perusahaan yang terdaftar di BP Karimun.
Yakni sebanyak 313 perusahaan dengan penyerapan tenaga kerja lokal sebanyak 15.193 orang, dan Tenaga Kerja Asing (TKA) sebanyak 371 orang.
“Alhamdulillah, untuk nilai investasi di kawasan PBPB Karimun terjadi peningkatan cukup tinggi setiap tahun. Pun begiti dengan serapan tenaga kerja,” ujar Henry Aris Bawole.
Terkait Sosialisasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal di kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (PBPB) tahun 2025 ini, kata Henry Aris Bawole, memiliki tujuan penting untuk meningkatkan pelayanan BP Karimun kepada pelaku usaha.
Terutama dalam meningkatkan pemahaman pelaku usaha tentang tata cara mengisi, dan menyampaikan LKPM yang akurat, transparan, dan tepat waktu.
“Dengan pelaku usaha memenuhi kewajiban menyampaikan data LKPM secara akurat, tentu sangat mempengaruhi kebijakan pemerintah untuk meningkatkan investasi di Indonesia umumnya, dan Kawasan PBPB Karimun khususnya,” beber Henry.
Oleh karenanya, Henry Bawole berharap sosialisasi memberi dampak positif bagi kemajuan perekonomian Karimun. Terkhusus membantu pelaku usaha menyampaikan LKPM dengan tepat waktu dan akurat.
“Setelah sosialisasi ini, kami mengimbau kepada pelaku usaha untuk menyampaikan laporan LKPM tepat waktu sesuai ketentuan. Tujuannya untuk menghindari sanksi,” imbuh Henry. (ifa)




