BerandaKARIMUNTidak Sekadar Retribusi, Ini...

Tidak Sekadar Retribusi, Ini Kata Bupati Terkait Transformasi Sistem Parkir di Karimun

spot_img

KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Pengelolaan parkir pelabuhan menggunakan barrier gate system, masih menjadi perbincangan masyarakat.

Selain penerapan tarif yang dinilai tidak transparan, dan tidak mengikuti peraturan daerah yang sudah ada. Termasuk pembenahan yang dijanjikan oleh pengelola belum terlihat.

Namun tidak dengan Bupati Karimun Ing.H.Iskandarsyah. Orang nomor satu di Bumi Berazam memandang pengelolaan parkir pelabuhan sebagai upaya penataan sekaligus mendorong peningkatan PAD.

Bahkan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menekankan bahwa perubahan sistem ini bertujuan untuk membawa perubahan positif bagi daerah.

Bukan sekadar soal retribusi, melainkan bagian dari membangun citra daerah.

“Parkir dikelola agar lebih rapi, dan menjadi simbol peradaban kita. Kesan pertama orang yang datang ke Karimun adalah pelabuhan. Dan yang pertama mereka hadapi adalah parkir. Jadi, kami ingin memberikan kesan yang baik,” ujar Bupati Iskandarsyah usai pelantikan Ketua RT/RW se Kelurahan Tanjungbalai, Senin (6/1/2026).

Terkait sorotan tajam dari masyarakat, sangat disadari Iskandarsyah. Artinya, setiap kebijakan baru memerlukan masa adaptasi.

Yang pasti, perubahan yang dilakukan demi mendongkrak PAD dari pengelolaan parkir. Dari semula PAD sebesar Rp350 juta pertahun, diyakini bisa mencapai target Rp1,5 miliar pertahun.

“Target realistis yakni menyentuh angka Rp500 juta. Sedangkan target potensial bisa mencapai Rp1 miliar hingga Rp1,5 miliar per tahun disumbangkan dari parkir untuk PAD,” imbuh Iskandarsyah.

Pastinya, tegas Bupati, hasil dari PAD parkir nantinya akan dikembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan. (ifa)

spot_img
SARAN BERITA

Tidak Sekadar Retribusi, Ini Kata Bupati Terkait Transformasi Sistem Parkir di Karimun

KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Pengelolaan parkir pelabuhan menggunakan barrier gate system, masih menjadi perbincangan masyarakat.

Selain penerapan tarif yang dinilai tidak transparan, dan tidak mengikuti peraturan daerah yang sudah ada. Termasuk pembenahan yang dijanjikan oleh pengelola belum terlihat.

Namun tidak dengan Bupati Karimun Ing.H.Iskandarsyah. Orang nomor satu di Bumi Berazam memandang pengelolaan parkir pelabuhan sebagai upaya penataan sekaligus mendorong peningkatan PAD.

Bahkan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menekankan bahwa perubahan sistem ini bertujuan untuk membawa perubahan positif bagi daerah.

Bukan sekadar soal retribusi, melainkan bagian dari membangun citra daerah.

“Parkir dikelola agar lebih rapi, dan menjadi simbol peradaban kita. Kesan pertama orang yang datang ke Karimun adalah pelabuhan. Dan yang pertama mereka hadapi adalah parkir. Jadi, kami ingin memberikan kesan yang baik,” ujar Bupati Iskandarsyah usai pelantikan Ketua RT/RW se Kelurahan Tanjungbalai, Senin (6/1/2026).

Terkait sorotan tajam dari masyarakat, sangat disadari Iskandarsyah. Artinya, setiap kebijakan baru memerlukan masa adaptasi.

Yang pasti, perubahan yang dilakukan demi mendongkrak PAD dari pengelolaan parkir. Dari semula PAD sebesar Rp350 juta pertahun, diyakini bisa mencapai target Rp1,5 miliar pertahun.

“Target realistis yakni menyentuh angka Rp500 juta. Sedangkan target potensial bisa mencapai Rp1 miliar hingga Rp1,5 miliar per tahun disumbangkan dari parkir untuk PAD,” imbuh Iskandarsyah.

Pastinya, tegas Bupati, hasil dari PAD parkir nantinya akan dikembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan. (ifa)

SARAN BERITA