KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Kabupaten Karimun resmi masuk dalam daftar daerah berdaya saing nasional setelah menerima penghargaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada peluncuran Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Penghargaan ini menjadi bukti komitmen daerah dalam memperkuat kapasitas riset, inovasi, dan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan pentingnya indikator daya saing daerah untuk kemajuan ekonomi nasional.
“Pertumbuhan ekonomi suatu daerah sangat tergantung pada kekuatan riset dan pengembangan (R&D), inovasi, kewirausahaan, dan modal manusia,” ucapnya.
Berdasarkan data IDSD 2024 yang dipublikasikan periode 2025/2026, Kabupaten Karimun menunjukkan kinerja positif dalam empat pilar utama daya saing, yaitu lingkungan pendukung, sumber daya manusia, pasar, dan ekosistem inovasi.
Sebagai wilayah strategis di Provinsi Kepulauan Riau, Karimun difokuskan pada pengembangan sektor industri unggulan serta komoditas pertanian seperti kelapa sawit, karet, dan hortikultura.
Meskipun peringkat tertinggi nasional diraih Kabupaten Badung dari 416 kabupaten/kota se-Indonesia, upaya konsisten Karimun tetap mendapatkan apresiasi dari BRIN.
Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima.
“Kami bersyukur atas penghargaan ini. Tentu masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, termasuk upaya percepatan penanganan satu desa tertinggal yang saat ini menjadi prioritas intervensi kami,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dengan dukungan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), pihaknya optimis mampu mengubah tantangan menjadi peluang inovasi, terutama di sektor industri dan pertanian.
“Kami berkomitmen memperkuat peran BRIDA untuk membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan, sejalan dengan visi BRIN dalam mengembangkan teknologi seperti green hydrogen dan pangan masa depan,” jelas Wabup.
Pemerintah Kabupaten Karimun juga akan menjadikan indikator IDSD 2025 sebagai acuan utama dalam menyusun kebijakan pembangunan, guna mendukung target Indonesia menjadi salah satu empat besar kekuatan ekonomi dunia pada tahun 2050. (tlg)




