BerandaKARIMUNKSOP Tanjung Balai Karimun...

KSOP Tanjung Balai Karimun Resmi Buka Posko Kesiapan Angkutan Laut Lebaran 2026

spot_img

KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Kantor KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun resmi membuka Posko Kesiapan Angkutan Laut Lebaran 1447 H, Jumat (13/3/2026).

Peresmian Posko Kesiapan Angkutan Lebaran ditandai dengan apel siaga yang dipimpin Kepala KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun, Capt. Supendi.

Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya kesiapsiagaan lintas sektor dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama mudik, dan arus balik Idulfitri 1447 H.

Pembukaan Posko Kesiapan Mudik dimaksudkan untuk memantapkan koordinasi antar petugas instansi terkait serta seluruh stakeholder yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan angkutan laut Lebaran 2026.

“Sehingga arus mudik maupun arus balik lebaran dapat berjalan aman, tertib, lancar, dan terkendali, sebagaimana tagline “Mudik Nyaman Bersama”, ujar Supendi.

Terkait puncak arus mudik Lebaran, Supendi memperkirakan terjadi pada tanggal 18-19 Maret.

Sedangkan lonjakan arus balik, diperkirakan terjadi pada tanggal 28-29 Maret.

“Lonjakan jumlah penumpang, kita prediksikan naik sekitar 5 persen dari tahun sebelumnya,” ucapnya.

Guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik lebaran 2026, telah tersedia sebanyak 55 unit kapal ferry, 88 speedboat, 1 kapal Pelni KM Kelud. Termasuk kesiapan kapal Roro.

Kesemua armada sudah dilakukan pengecekan, dan dinyatakan laik laut serta siap melayani mudik lebaran 2026.

“Kita juga sudah siapkan kapal tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang,” tutup Supendi.

Sebagai langkah nyata mitigasi risiko cuaca, juga tersedia Display Informasi Cuaca yang ditempatkan langsung di area pelabuhan.

Fasilitas ini menyajikan informasi cuaca terkini, mulai dari kondisi gelombang laut, kecepatan dan arah angin, hingga potensi cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi keselamatan pelayaran.

Dengan tersedianya informasi cuaca secara real-time, operator kapal, petugas pelabuhan, dan penumpang diharapkan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat sebelum melakukan perjalanan. (ifa)

spot_img
SARAN BERITA

KSOP Tanjung Balai Karimun Resmi Buka Posko Kesiapan Angkutan Laut Lebaran 2026

KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Kantor KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun resmi membuka Posko Kesiapan Angkutan Laut Lebaran 1447 H, Jumat (13/3/2026).

Peresmian Posko Kesiapan Angkutan Lebaran ditandai dengan apel siaga yang dipimpin Kepala KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun, Capt. Supendi.

Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya kesiapsiagaan lintas sektor dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama mudik, dan arus balik Idulfitri 1447 H.

Pembukaan Posko Kesiapan Mudik dimaksudkan untuk memantapkan koordinasi antar petugas instansi terkait serta seluruh stakeholder yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan angkutan laut Lebaran 2026.

“Sehingga arus mudik maupun arus balik lebaran dapat berjalan aman, tertib, lancar, dan terkendali, sebagaimana tagline “Mudik Nyaman Bersama”, ujar Supendi.

Terkait puncak arus mudik Lebaran, Supendi memperkirakan terjadi pada tanggal 18-19 Maret.

Sedangkan lonjakan arus balik, diperkirakan terjadi pada tanggal 28-29 Maret.

“Lonjakan jumlah penumpang, kita prediksikan naik sekitar 5 persen dari tahun sebelumnya,” ucapnya.

Guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik lebaran 2026, telah tersedia sebanyak 55 unit kapal ferry, 88 speedboat, 1 kapal Pelni KM Kelud. Termasuk kesiapan kapal Roro.

Kesemua armada sudah dilakukan pengecekan, dan dinyatakan laik laut serta siap melayani mudik lebaran 2026.

“Kita juga sudah siapkan kapal tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang,” tutup Supendi.

Sebagai langkah nyata mitigasi risiko cuaca, juga tersedia Display Informasi Cuaca yang ditempatkan langsung di area pelabuhan.

Fasilitas ini menyajikan informasi cuaca terkini, mulai dari kondisi gelombang laut, kecepatan dan arah angin, hingga potensi cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi keselamatan pelayaran.

Dengan tersedianya informasi cuaca secara real-time, operator kapal, petugas pelabuhan, dan penumpang diharapkan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat sebelum melakukan perjalanan. (ifa)

SARAN BERITA