BerandaKARIMUNBrand "Belacan Cinta" Produksi...

Brand “Belacan Cinta” Produksi KWT Lanjut Lestari Desa Sawang Tembus Pasar Batam

spot_img

KARIMUN, kabarkarimun.co.id — Brand “Belacan Cinta” produksi Kelompok Wanita Tani (KWT) Lanjut Lestari di Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, tembus pasar Batam.

Keberhasilan KWT Lanjut Lestari tidak terlepas dari dukungan dan komitmen
PT Timah (Persero) Tbk dalam mendorong pemberdayaan masyarakat.

Ketua KWT Lanjut Lestari, Susilawati mengaku, selain dukungan dari PT Timah, KWT juga merupakan binaan dari Pokdakan Tuah Bersatu yang merupakan binaan PT Timah.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Awalnya kami tidak tahu cara membuat belacan, tapi setelah diberikan pelatihan, sekarang kami sudah bisa memproduksi sendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, potensi udang rebon di wilayah mereka menjadi peluang yang kemudian dikembangkan secara berkelanjutan menjadi produk bernilai ekonomi. Sebelumnya, hasil tangkapan rebon belum diolah secara optimal.

“Di tempat kami banyak potensi udang rebon. Dari situ kami dibina PT Timah bersama Pokdakan untuk mengolahnya menjadi terasi. Sekarang sudah jadi produk yang bisa dijual,” katanya.

Dalam proses produksinya, KWT Lanjut Lestari terus bisa terus meningkatkan produksi mereka yang telah dipasarkan di warung-warung sekitar desa, hingga ke luar Kecamatan Kundur Barat seperti Tanjung Balai Karimun dan Batam. Meski masih fokus pada pasar lokal, produk ini mulai dikenal masyarakat.

Tak hanya memberikan pelatihan, PT Timah juga mendukung sarana dan prasarana produksi. Mulai dari pembangunan rumah produksi, bantuan alat, hingga mesin untuk pembuatan terasi.

“Dukungan dari PT Timah sangat besar. Mulai dari alat produksi, mesin, sampai dibangunkan tempat produksi. Kami benar-benar didukung penuh,” ungkap Susilawati.

Program ini juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi para anggota. Para ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan, kini mampu membantu perekonomian keluarga.

“Alhamdulillah, sekarang kami punya penghasilan, walaupun tidak besar tapi sangat membantu meringankan beban suami. Hasil penjualan juga kami gunakan untuk kas kelompok dan dana sosial,” tambahnya.

Susilawati berharap, ke depan program ini dapat terus berlanjut sehingga kelompoknya bisa semakin mandiri dan berkembang.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan ini. Semoga ke depan ada program-program lainnya dan kami bisa terus dibina sampai benar-benar mandiri,” harapnya.

Melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), PT Timah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasional perusahaan dengan memanfaatkan potensi lokal dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. (*/ifa)

spot_img
SARAN BERITA

Brand “Belacan Cinta” Produksi KWT Lanjut Lestari Desa Sawang Tembus Pasar Batam

KARIMUN, kabarkarimun.co.id — Brand “Belacan Cinta” produksi Kelompok Wanita Tani (KWT) Lanjut Lestari di Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, tembus pasar Batam.

Keberhasilan KWT Lanjut Lestari tidak terlepas dari dukungan dan komitmen
PT Timah (Persero) Tbk dalam mendorong pemberdayaan masyarakat.

Ketua KWT Lanjut Lestari, Susilawati mengaku, selain dukungan dari PT Timah, KWT juga merupakan binaan dari Pokdakan Tuah Bersatu yang merupakan binaan PT Timah.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Awalnya kami tidak tahu cara membuat belacan, tapi setelah diberikan pelatihan, sekarang kami sudah bisa memproduksi sendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, potensi udang rebon di wilayah mereka menjadi peluang yang kemudian dikembangkan secara berkelanjutan menjadi produk bernilai ekonomi. Sebelumnya, hasil tangkapan rebon belum diolah secara optimal.

“Di tempat kami banyak potensi udang rebon. Dari situ kami dibina PT Timah bersama Pokdakan untuk mengolahnya menjadi terasi. Sekarang sudah jadi produk yang bisa dijual,” katanya.

Dalam proses produksinya, KWT Lanjut Lestari terus bisa terus meningkatkan produksi mereka yang telah dipasarkan di warung-warung sekitar desa, hingga ke luar Kecamatan Kundur Barat seperti Tanjung Balai Karimun dan Batam. Meski masih fokus pada pasar lokal, produk ini mulai dikenal masyarakat.

Tak hanya memberikan pelatihan, PT Timah juga mendukung sarana dan prasarana produksi. Mulai dari pembangunan rumah produksi, bantuan alat, hingga mesin untuk pembuatan terasi.

“Dukungan dari PT Timah sangat besar. Mulai dari alat produksi, mesin, sampai dibangunkan tempat produksi. Kami benar-benar didukung penuh,” ungkap Susilawati.

Program ini juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi para anggota. Para ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan, kini mampu membantu perekonomian keluarga.

“Alhamdulillah, sekarang kami punya penghasilan, walaupun tidak besar tapi sangat membantu meringankan beban suami. Hasil penjualan juga kami gunakan untuk kas kelompok dan dana sosial,” tambahnya.

Susilawati berharap, ke depan program ini dapat terus berlanjut sehingga kelompoknya bisa semakin mandiri dan berkembang.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan ini. Semoga ke depan ada program-program lainnya dan kami bisa terus dibina sampai benar-benar mandiri,” harapnya.

Melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), PT Timah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasional perusahaan dengan memanfaatkan potensi lokal dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. (*/ifa)

SARAN BERITA