KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Kesadaran akan pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana ditanamkan sejak dini kepada para santri Pondok Pesantren Darul Furqan, Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun.
Melalui kegiatan edukasi dan simulasi penanganan kebakaran yang didukung PT Timah (Persero) Tbk Division Kundur Area, para santri mendapatkan pembekalan mengenai langkah-langkah menghadapi situasi darurat dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Pondok (MPLP) Tahun Ajaran 2026/2027, Sabtu (25/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, peserta dikenalkan dengan berbagai potensi penyebab kebakaran, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), hingga teknik dasar memadamkan api secara aman dan tepat.
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Furqan, H. Choirur Rosid, mengatakan edukasi kebencanaan menjadi bekal penting bagi para santri agar memiliki kesiapsiagaan sejak berada di lingkungan pondok.
Menurutnya, pihak pesantren mengajukan permohonan kegiatan tersebut kepada PT Timah dan mendapat respons positif.
“Kami ingin para santri memiliki pengetahuan mengenai potensi bahaya kebakaran sekaligus mengetahui cara penanggulangannya. Alhamdulillah, PT Timah mendukung kegiatan ini dan kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut,” ujarnya.
Ia menilai pemahaman mengenai mitigasi bencana tidak hanya bermanfaat di lingkungan pesantren, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga santri mampu mengambil tindakan cepat dan tepat saat menghadapi kondisi darurat.
Antusiasme juga ditunjukkan para santri yang mengikuti simulasi. Salah satunya, Rasyid, mengaku memperoleh pengalaman baru karena sebelumnya belum pernah mendapatkan pelatihan penanganan kebakaran.
“Saya baru masuk pesantren, jadi kegiatan ini sangat berkesan. Sekarang saya jadi tahu fungsi alat pemadam kebakaran dan cara menggunakannya dengan benar serta aman,” katanya.
Melalui kegiatan edukatif tersebut, PT Timah kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan, tidak hanya melalui peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga dengan membangun budaya keselamatan dan kesiapsiagaan bencana bagi generasi muda. (*/ifa)




