BerandaKARIMUNWarga Kundur Komplain, Bayar...

Warga Kundur Komplain, Bayar Iuran Lancar tapi Sampah Tetap Menumpuk

spot_img

KUNDUR, kabarkarimun.co.id – Sejumlah warga Tanjungbatu Kota, Kecamatan Kundur komplain akibat tumpukan sampah di depan rumah toko (Ruko) sudah sepekan tidak diangkut.

Karena lama tidak kunjung diangkut, menyebabkan tumpukan sampah menyebarkan aroma tidak sedap. Bahkan, terlihat ulat belatung muncul di balik tumpukan sampah.

Zuriantias, warga Kundur menyebutkan, jika sampah sudah seminggu menumpuk di pinggir jalan. Lori sampah yang setiap hari mengangkut sampah sampai hari ini tak juga datang menjemput.

Kondisi ini menyebabkan terjadi tumpukan sampah, terutama sampah rumah tangga. Bau busuk, dan keluar ulat belatung dari tumpukan sampah menjadi pemandangan biasa.

“Boleh tengok tumpukan sampah di sepanjang jalan sudah berhari-hari tak diangkut lori. Padahal warga lancar bayar iuran per bulanya,” keluh Zuriantias, Jumat (29/11/2024).

Ungkapan kekecewaan juga disampaikan Budi. Pria ini mengaku setiap bulanya dikenakan iuran uang sampah sebesar Rp25.000.

“Hampir setiap bulan, saya membayar iuran tapi sampah justru sering menumpuk di pinggir jalan. Ini sudah sangat mengganggu kenyamanan warga,” ungkap Budi dengan nada kecewa.

Secara terpisah Sapri, Pengawas Petugas Kebersihan Kecamatan Kundur mengaku jika kondisi lori sampah kurang normal. Karena satu-satunya lori sampah baru saja keluar dari bengkel, karena baut mesin jebol.

“Kondisi sekarang, lori masuk bengkel. Ditambah jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) rusak berat. Terlebih saat musim hujan sekarang jalanya hancur,” beber Sapri..

Camat Kundur Syaifullah saat dikonfirmasi akan segera menindaklanjuti keluhan warga terkait tumpukan sampah.

“Kami sudah sampaikan petugas kebersihan segera mengangkut sampah di pinggir jalan di wilayah Tanjungbatu Kota,” ujarnya. (mas)

spot_img
SARAN BERITA

Warga Kundur Komplain, Bayar Iuran Lancar tapi Sampah Tetap Menumpuk

KUNDUR, kabarkarimun.co.id – Sejumlah warga Tanjungbatu Kota, Kecamatan Kundur komplain akibat tumpukan sampah di depan rumah toko (Ruko) sudah sepekan tidak diangkut.

Karena lama tidak kunjung diangkut, menyebabkan tumpukan sampah menyebarkan aroma tidak sedap. Bahkan, terlihat ulat belatung muncul di balik tumpukan sampah.

Zuriantias, warga Kundur menyebutkan, jika sampah sudah seminggu menumpuk di pinggir jalan. Lori sampah yang setiap hari mengangkut sampah sampai hari ini tak juga datang menjemput.

Kondisi ini menyebabkan terjadi tumpukan sampah, terutama sampah rumah tangga. Bau busuk, dan keluar ulat belatung dari tumpukan sampah menjadi pemandangan biasa.

“Boleh tengok tumpukan sampah di sepanjang jalan sudah berhari-hari tak diangkut lori. Padahal warga lancar bayar iuran per bulanya,” keluh Zuriantias, Jumat (29/11/2024).

Ungkapan kekecewaan juga disampaikan Budi. Pria ini mengaku setiap bulanya dikenakan iuran uang sampah sebesar Rp25.000.

“Hampir setiap bulan, saya membayar iuran tapi sampah justru sering menumpuk di pinggir jalan. Ini sudah sangat mengganggu kenyamanan warga,” ungkap Budi dengan nada kecewa.

Secara terpisah Sapri, Pengawas Petugas Kebersihan Kecamatan Kundur mengaku jika kondisi lori sampah kurang normal. Karena satu-satunya lori sampah baru saja keluar dari bengkel, karena baut mesin jebol.

“Kondisi sekarang, lori masuk bengkel. Ditambah jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) rusak berat. Terlebih saat musim hujan sekarang jalanya hancur,” beber Sapri..

Camat Kundur Syaifullah saat dikonfirmasi akan segera menindaklanjuti keluhan warga terkait tumpukan sampah.

“Kami sudah sampaikan petugas kebersihan segera mengangkut sampah di pinggir jalan di wilayah Tanjungbatu Kota,” ujarnya. (mas)

SARAN BERITA