KUNDUR, kabarkarimun.co.id – Hujan yang tak kunjung turun di Pulau Kundur dalam beberapa bulan terakhir ini, menyebabkan cadangan air baku waduk Tempan milik Perumda Tirta Mulia Karimun cabang Tanjungbatu mengering.
Kondisi ini menyebabkan suplai air bersih berkurang hingga distribusi air bersih ke ratusan pelanggan terancam dihentikan.
Kepala Cabang Perumda Tirta Mulia Karimun cabang Tanjungbatu Armand Ardani membenarkan kondisi waduk di Tempan Desa Lubuk airnya mengering.
Kondisi tersebut mengakibatkan suplai air berkurang, dan memaksa distribusi air bersih ke rumah pelanggan terancam dihentikan.
“Iya diperkirakan kondisi air waduk Tempan hanya sampai pada akhir Agustus bulan ini. Menyikapi hal tersebut akan diberlakukan giliran sampai kondisi air waduk normal kembali,” terang Arman, Kamis (20/8/2026).
Dikatakan, sebelum diberlakukan giliran, suplai air ke rumah pelanggan dihentikan karena ada pekerjaan dan pembersihan bak instalasi pengolahan air (ISPA).
Dalam hal ini diminta pelanggan untuk menampung air dan menghemat pemakaian air. Ditambahkan sampai hari ini terdapat 809 pelanggan.
Masih kata Arman air baku waduk di Tempan Desa Lubuk yang dikelola Perumda Tirta Mulia Karimun cabang Tanjungbatu selama ini hanya tergantung pada curah hujan.
“Jika musim hujan debit air dalam waduk dipastijan penuh. Sebaliknya jika memasuki musim kemarau dan curah hujan berkurang seperti sekarang ini air waduk menyusut bahkan sampai kering,” terangnya. (mas)




