BerandaKARIMUNTren Berbagi Takjil di...

Tren Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan, Berikut Penjelasan Wakil Ketua Bidang Keagamaan KNPI Karimun

spot_img

KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Selama bulan Ramadhan, kegiatan berbagi takjil menjadi program trend yang diselenggarakan oleh banyak pihak baik instansi pemerintahan, sekolah, organisasi pemuda, organisasi masyarakat serta lainnya.

Menanggapi trend tersebut, Wakil ketua Bidang Keagamaan DPD.KNPI Karimun Ustadz Rio Ashari Sahlan menyampaikan, memberi makan orang yang berpuasa merupakan amalan yang sangat baik dilakukan di bulan Ramadhan.

“Pahalanya memberi makan orang yang berpuasa itu sangat luar biasa. Yakni 700 kali lipat, ditambah lagi yang meberi makan tersebut mendapatkan pahala orang yang berpuasa,” ujar Ustadz Rio kepada kabarkarimun.co.id, Senin (10/04/2023).

Jebolan pondok pesantren Madiun Jawa Tengah serta lulusan Universitas Islam Riau ini menuturkan, pahala memberi makan orang yang berpuasa tersebut sifatnya secara umum.

“Yang paling utama tentunya memberi makan fakir wal miskin. Tapi tidak hanya fakir wal miskin saja, jika merujuk dalam hadist, disebutkan yakni orang yang berpuasa secara umum,” terangnya.

Menurutnya, memberi makan orang yang berpuasa itu bahkan sudah menjadi tren di zaman Rasulullah, dan seluruh kaum muslimin berlomba-lomba untuk memberikan makan kepada orang berpuasa tersebut.

“Bahkan sampai sekarang, kaum muslimin di Madinah maupun di Makkah itu pada berebutan membagikan takjil kepada orang yang berpuasa. Seperti di pasar malamnya, semua berebut menggaet orang yang berpuasa untuk berbuka dengan takjil yang mereka sediakan,” tambahnya.

Ia melanjutkan, selain berbagi takjil, amalan yang senantiasa menjadi trend hingga saat ini yang pahalanya sangat besar yakni membaca Alquran dan mengkhatamkannya.

“Banyam tren bulan Ramadhan di zaman Rasulullah yang hingga saat ini masih tetap dilakukan khususnya masyarakat Melayu di Karimun yakni membersihkan rumah, membersihkan dan ziarah makam orang mukmin dengan niat dzikrul maut dan munasabah linnafs,” katanya.

Selain itu, kegiatan Safari Ramadhan dengan beribadah shalat ke masjid-masjid secara bergantian menurutnya juga merupakan Sunnah Nabi SAW.

“Safari Ramadhan juga merupakan Sunnah Nabi SAW, tapi di sebagian riwayat disebutkan bahwa malam ke 20 Ramadhan hingga akhir mereka kembali ke Masjid Nabawi untuk itikaf. Tidak hanya bersafari, di zaman Rasulullah SAW mereka juga berperang pada saat Ramadhan,” tutupnya. (nku)

spot_img
SARAN BERITA

Tren Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan, Berikut Penjelasan Wakil Ketua Bidang Keagamaan KNPI Karimun

KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Selama bulan Ramadhan, kegiatan berbagi takjil menjadi program trend yang diselenggarakan oleh banyak pihak baik instansi pemerintahan, sekolah, organisasi pemuda, organisasi masyarakat serta lainnya.

Menanggapi trend tersebut, Wakil ketua Bidang Keagamaan DPD.KNPI Karimun Ustadz Rio Ashari Sahlan menyampaikan, memberi makan orang yang berpuasa merupakan amalan yang sangat baik dilakukan di bulan Ramadhan.

“Pahalanya memberi makan orang yang berpuasa itu sangat luar biasa. Yakni 700 kali lipat, ditambah lagi yang meberi makan tersebut mendapatkan pahala orang yang berpuasa,” ujar Ustadz Rio kepada kabarkarimun.co.id, Senin (10/04/2023).

Jebolan pondok pesantren Madiun Jawa Tengah serta lulusan Universitas Islam Riau ini menuturkan, pahala memberi makan orang yang berpuasa tersebut sifatnya secara umum.

“Yang paling utama tentunya memberi makan fakir wal miskin. Tapi tidak hanya fakir wal miskin saja, jika merujuk dalam hadist, disebutkan yakni orang yang berpuasa secara umum,” terangnya.

Menurutnya, memberi makan orang yang berpuasa itu bahkan sudah menjadi tren di zaman Rasulullah, dan seluruh kaum muslimin berlomba-lomba untuk memberikan makan kepada orang berpuasa tersebut.

“Bahkan sampai sekarang, kaum muslimin di Madinah maupun di Makkah itu pada berebutan membagikan takjil kepada orang yang berpuasa. Seperti di pasar malamnya, semua berebut menggaet orang yang berpuasa untuk berbuka dengan takjil yang mereka sediakan,” tambahnya.

Ia melanjutkan, selain berbagi takjil, amalan yang senantiasa menjadi trend hingga saat ini yang pahalanya sangat besar yakni membaca Alquran dan mengkhatamkannya.

“Banyam tren bulan Ramadhan di zaman Rasulullah yang hingga saat ini masih tetap dilakukan khususnya masyarakat Melayu di Karimun yakni membersihkan rumah, membersihkan dan ziarah makam orang mukmin dengan niat dzikrul maut dan munasabah linnafs,” katanya.

Selain itu, kegiatan Safari Ramadhan dengan beribadah shalat ke masjid-masjid secara bergantian menurutnya juga merupakan Sunnah Nabi SAW.

“Safari Ramadhan juga merupakan Sunnah Nabi SAW, tapi di sebagian riwayat disebutkan bahwa malam ke 20 Ramadhan hingga akhir mereka kembali ke Masjid Nabawi untuk itikaf. Tidak hanya bersafari, di zaman Rasulullah SAW mereka juga berperang pada saat Ramadhan,” tutupnya. (nku)

SARAN BERITA