Karimun, kabarkarimun.co.id – Kantor bahasa Provinsi Kepulauan Riau gelar kegiatan lokakarya kosakata bahasa daerah di Kabupaten Karimun, Rabu (24/05/2023).
Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 24 – 25 mei 2023 di ruang rapat hotel 21 Coastal area.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pengayaan kosakata bahasa daerah yakni melayu yang dilakukan kantor bahasa provinsi Kepri.
“Tujuan kegiatannya adalah untuk mengoreksi, memeriksa dan juga melengkapi data kosakata bahasa melayu yang sudah kami kumpulkan pada proses sebelumnya untuk menuju proses selanjutnya,” ungkap Tito Juli Harianto Perwakilan tim kosakata antarbangsa Provinsi Kepri.
Hasil pengumpulan kosakata tersebut akan diteruskan ke proses selanjutnya yang bermuara di kamus besar bahasa indonesia (KBBI) dan kamus besar bahasa daerah.
“Kegiatan lokakarya kosakata bahasa melayu ini mulai dilaksanakan di tahun 2020, 2021 dan 2022 di tanjung pinang, dan untuk tahun 2023 ini, kami laksanakan di 2 kabupaten yakni karimun dan lingga,” jelasnya.
Pada tahun 2021 tim kosakata antarbangsa provinsi Kepulauan riau sudah menyusun kamus besar bahasa melayu Kepulauan riau.
“Kegiatan ini juga bertujuan menambah perbendaharaan kata bahasa indonesia yang disumbangkan dari bahasa melayu khususnya melayu kepri dan kami juga mengajak peserta dari dinas pendidikan dan kebudayaan karimun serta lembaga adat melayu (LAM) kepri kab.karimun untuk menjaga warisan bahasa melayu kepri,” sambungnya.
Kabupaten Karimun juga dapat melakukan kegiatan pengumpulan dan pencatatan kosakata tersebut dan memuatnya dalam kamus bahasa daerah melayu Karimun.
Menanggapi usulan pengumpulan dan pencatatan kosakata bahasa melayu Karimun, Sekretaris Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri Kab.Karimun Oki Supriadi mendukung kegiatan tersebut sebagai bentuk pelestarian.
“Bahasa melayu khususnya karimun ini perlu dijaga, salah satu caranya adalah dengan mulai mengumpulkan dan mencatat kosakatanya dan kemudian dijadikan kamus sehingga bisa dibaca oleh masyarakat karimun khususnya generasi muda,” ungkapnya.
Berharap kegiatan pengumpulan dan pencatatan kosakata bahasa melayu khas karimun tersebut bisa segera dilakukan mengingat semakin jarangnya di gunakan oleh kalangan masyarakat melayu karimun khususnya generasi muda.
“Semoga pengumpulan dan pencatatan kosakata bahasa melayu karimun ini dapat segera dilakukan, sebagai bentuk kepedulian kita dalam melestarikan bahasa melayu khusus di karimun,” tutupnya.(nku)




