KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Ketua LSM Kebangsaan Jon Veto Yuna ingatkan masyarakat untuk tidak membeli hewan kurban dari luar yang masuk tanpa proses karantina.
Tujuannya untuk menjamin hewan kurban yang dibeli benar-benar bebas dari wabah Penyakit mukut dan Kuku (PMK).
“Tahun 2022 kita diguncang dengan masalah PMK hewan kurban sapi dan kambing. Tahun itu, pemerintah pusat mengeluarkan anggaran besar untuk vaksinasi sebanyak lebih kurang 48 juta ekor sapi se Indonesia,” ungkap Jon, Selasa (14/06/2023).
Ia mengingatkan kepada masyarakat bahwa wabah PMK saat ini masih ada. Terbukti dengan belum dibubarkannya satgas PMK di provinsi, dan masing-masing kabupaten/kota di Kepri.
“Kebutuhan masyarakat terhadap ternak sapi, dan hewan kurban lainnya ini harus kita jaga. Jangan sampai ada sapi yang tidak aman dari wabah PMK masuk ke Kab.Karimun ini,” tegasnya.
Ia juga berpesan kepada yang ingin melaksanakan kurban, harus memperhatikan hal tersebut guna menjaga kondisi kesehatan masyarakat Kab.Karimun.
“Kebutuhan hewan kurban saat ini sangat tinggi, sehingga kita masih butuh pemasok hewan ternak dari luar. Maka saya meminta pihak dinas terkait, karantina dan aparat untuk jeli melihat hal ini,” tegasnya.
Jon Khawatir, dengan tingginya kebutuhan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha ini sehingga dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab memasok hewan ternak secara sembarangan tanpa melalui sepengetahuan pihak karantina.
“Kami dari LSM Kebangsaan akan terus memantau hal ini. Jangan sampai kesehatan masyarakat jadi korban akibat oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut,” cetusnya.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pangan dan Pertanian Karimun drh.Syauqi membeberkan, gejala PMK terhadap hewan ternak bisa dilihat dari kodisi fisiknya. Antara lain bulunya terlihat kotor, lidah yang memiliki luka, dan kaki hewan yang memiliki kelainan,” ungkapnya.
Sebagai pejabat otoritas veteriner Kab.Karimun, Syauqi mengaku pihaknya selalu melakukan pengecekan secara intensif terhadap hewan kurban yang masuk ke Kab.Karimun.
“Kami rutin melakukan pengecekan ke peternak, hingga H-7 sebelum pelaksanaan pemotongan juga kami akan lakukan pengecekan terhadap seluruh hewan ternak yang akan dikurban, bahkan sesudah dipotong juga kami akan lakukan pengecekan,” tutupnya. (nku)




