KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq ikut serta dalam peragaan pembuatan pupuk organik biosaka, Rabu (20/9) di Kundur Utara.
Bersama Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, dan Wakil Ketua DPRD Karimun, Bupati memperagakan cara pembuatan pupuk organik Biosaka di hadapan kelompok yang tergabung dalam Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Karimun.
“Metode pembuatan pupuk cair nonkimia ini, merupakan pertamakali diperkenalkan kepada petani di Kabupaten Karimun,” ujar Bupati Karimun.
Secara bertahap, Bupati berharap, metode pembuatan pupuk organik bisa dilakukan petani yang tersebar di 14 kecamatan. Mengingat, bahan pembuatannya sangat mudah didapati di lingkungan sekitar.
“Dengan menggunakan hasil alam kita, berupa daun-daunan yang dikelola dengan menggunakan teori dan median yang tersedia. Cara sederhana mendapatkan pupuk nonkimia ini sangat efektiv, dan sudah ada uji oleh pakar pertanian,” beber Bupati.
Bupati menegaskan, pemerintah daerah terus membina petani-petani dengan berbagai inovasi. Terkhusus bagaimana membuat pupuk cairan biosaka.
Tujuannya agar petani tidak lagi bergantung pada pupuk kimia sekaligus dapat menekan biaya produksi. Tentunya ini demi meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani di Kabupaten Karimun.
“Dengan menggunakan pupuk organik biosaka ini, petani bisa meningkatkan produktivitas pertanian. Sebaliknya juga menekan harga produksi. Sehingga harga jual yang semakin baik dikurangi biaya produksi bisa meningkatkan penghasilan petani,” papar Bupati.
Sementara Kepala Dinas Pertanian, dan Pangan, Sukriyanto menyebutkan,
pembuatan pupuk biosaka dijalankan dengan metode, dan teknik penyuluhan pertanian yang dilakukan dengan cara peragaan.
“Kegiatan demonstrasi yang kita lakukan, dengan maksud untuk memperlihatkan suatu inovasi baru kepada petani secara nyata atau konkret. Mulai pembuatan hingga hasil yang didapat,” beber Sukriyanto.
Melalui kegiatan demonstrasi, petani diajarkan mengenai keterampilan, memperagakan cara kerja teknik-teknik baru termasuk keunggulannya untuk menyempurnakan cara lama. (ifa)




