KUNDUR, kabarkarimun.co.id – Setelah menunggu 10 tahun, akhirnya ruang tunggu penumpang pelabuhan Tanjungbatu Kundur, dioperasikan, Senin (16/10/2023).
Peresmian ruang tunggu penumpang ini ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Karimun, DR H Aunur Rafiq SSos MSi didampingi Direktur Badan Usaha Kepelabuhan (BUP) Kabupaten Karimun, Yuwono.
Proyek terminal, dan ruang tunggu penumpang pelabuhan Tanjungbatu ini, sejatinya dibangun menggunakan APBD Provinsi Kepri tahun 2013 sebesar Rp2,6 miliar.
Proyek gedung terminal dan ruang tunggu terdiri dua lantai, lantai dasar diperuntukan ruang tunggu penumpang dan lantai dua sebagai perkantoran.
Meski sudah selesai pengerjaannya, namun tidak bisa dioperasikan. Kendalanya, gedung yang dibangun merupakan milik Kementerian Perhubungan.
Lama terbiar, dan bangunan gedung sudah banyak yang rusak, akhirnya pengelolaan diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Karimun pada tahun 2020.
“Tahun 2021, kita mulai melakukan perehaban atap bangunan. Dilanjutkan tahun 2022, rehab di bagian dalam gedung. Setelah semua selesai secara administrasi perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Karimun dengan BUP,” papar Aunur Rafiq.
Setelah menunggu sekian lama, akhirnya pengoperasian ruang tunggu bisa dilakukan. Ini setelah Bupati mendesak agar pengerjaan segera dirampungkan.
“Lambatnya pengerjaan, membuat saya marah. Makanya saya mintakan penyelesaian administrasi sudah beres pada tanggal 12 Oktober. Alhamdulillah, antara BPKAD sebagai pengelola aset daerah bekerjasama dengan Dinas Perhubungan untuk memanfaatkan ruang tunggu ini dengan sistem sewa menyewa dengan BUP,” lanjut Bupati.
Dengan desain yang modern, ruang tunggu penumpang seharusnya dilengkapi fasilitas pendingin ruangan. Namun tingginya biaya operasional dibanding dengan jumlah penumpang antara 300-400 orang per hari, dikhawatirkan tidak menutupi.
Selaku pengambil kebijakan aset daerah, Bupati mengizinkan setelah peresmian dilakukan perombakan oleh BUP.
“Bangunannya boleh dirombak sesuai kebutuhan, seperti dinding kaca dibuatkan ventilasi untuk sirkulasi udara. Tapi ingat, jangan dirusak,” pesan Bupati.
Sementara Direktur Utama BUP Karimun, Yuwono menyebutkan, ruang tunggu yang diresmikan dirancang untuk pelayanan, kenyamanan dan kemudahan masyarakat.
“Sebagai pengelola pelabuhan kami terus berkomitmen meningkatkan kualitas kepelabuhanan, keamanan dan perbaikannya yang menjadi sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi,” katanya. (ifa)




