BerandaKARIMUNKelangkaan Gas Melon di...

Kelangkaan Gas Melon di Karimun Disebabkan “Panic Buying” dan Warga Stok Lebih Satu Tabung di Rumah

spot_img

KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Kepala Bidang ESDM Diskop, Usaha Mikro, Perdagangan dan ESDM Karimun Vandarones Purba meminta masyarakat tidak menyetok gas 3 Kg di rumah.

Menurutnya, pembelian tabung lebih dari satu buah di rumah tangga akan menyebabkan perputaran tabung gas 3 KG di Kab.Karimun menjadi terganggu.

“Jumlah tabung afkir atau rusak itu sekitar 28 LO atau setara 15.680 tabung. Jika kita asumsikan tabung yang 15.680 tersebut berputar untuk diisi sebanyak 4 kali dalam 1 bulan, maka jumlah perputaran yang hilang adalah sebanyak 62.720 tabung jika setiap rumah tangga menyetok lebih dari 1 buah tabung gas LPG 3 Kg,” ungkapnya, Senin (16/10/2023).

Vandarones menambahkan, pendistribusian gas LPG 3KG di Kab.Karimun saat ini sudah sesuai dengan jadwal, dan berjalan setiap harinya.

“Kami mengimbau masyarakat tidak perlu panik sehingga melakukan panic buying, dan menyetok hingga 2 bahkan lebih tabung di rumah di luar yang digunakan. Kondisi inilah yang menyebabkan perputaran tabung terhambat untuk diisi ulang,” tegasnya.

Vandarones berpesan agar penyalur dan supplier gas LPG 3KG mematuhi Surat Edaran Kementrian Energi Dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia terhadap penjualan gas LPG 3 Kg.

“Dalam surat edaran Kementrian Energi Dan Sumber Daya Mineral RI nomor: 22.E/MG.05/DJM/2023 tentang pelaksanaan transformasi subsidi LPG tabung 3 Kg, diminta konsumen menunjukkan KTP saat membeli gas 3 Kg. Hal ini bertujuan agar pembelian lebih terkonfirmasi dan tepat sasaran,” jelasnya.

Ia juga meminta distributor dan supplier memperhatikan poin pertama dalam surat edaran tersebut, bahwa gas LPG 3 Kg diperuntukan hanya bagi konsumen rumah tangga, Usaha Mikro, nelayan serta petani yang sesuai sasaran. (nku)

spot_img
SARAN BERITA

Kelangkaan Gas Melon di Karimun Disebabkan “Panic Buying” dan Warga Stok Lebih Satu Tabung di Rumah

KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Kepala Bidang ESDM Diskop, Usaha Mikro, Perdagangan dan ESDM Karimun Vandarones Purba meminta masyarakat tidak menyetok gas 3 Kg di rumah.

Menurutnya, pembelian tabung lebih dari satu buah di rumah tangga akan menyebabkan perputaran tabung gas 3 KG di Kab.Karimun menjadi terganggu.

“Jumlah tabung afkir atau rusak itu sekitar 28 LO atau setara 15.680 tabung. Jika kita asumsikan tabung yang 15.680 tersebut berputar untuk diisi sebanyak 4 kali dalam 1 bulan, maka jumlah perputaran yang hilang adalah sebanyak 62.720 tabung jika setiap rumah tangga menyetok lebih dari 1 buah tabung gas LPG 3 Kg,” ungkapnya, Senin (16/10/2023).

Vandarones menambahkan, pendistribusian gas LPG 3KG di Kab.Karimun saat ini sudah sesuai dengan jadwal, dan berjalan setiap harinya.

“Kami mengimbau masyarakat tidak perlu panik sehingga melakukan panic buying, dan menyetok hingga 2 bahkan lebih tabung di rumah di luar yang digunakan. Kondisi inilah yang menyebabkan perputaran tabung terhambat untuk diisi ulang,” tegasnya.

Vandarones berpesan agar penyalur dan supplier gas LPG 3KG mematuhi Surat Edaran Kementrian Energi Dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia terhadap penjualan gas LPG 3 Kg.

“Dalam surat edaran Kementrian Energi Dan Sumber Daya Mineral RI nomor: 22.E/MG.05/DJM/2023 tentang pelaksanaan transformasi subsidi LPG tabung 3 Kg, diminta konsumen menunjukkan KTP saat membeli gas 3 Kg. Hal ini bertujuan agar pembelian lebih terkonfirmasi dan tepat sasaran,” jelasnya.

Ia juga meminta distributor dan supplier memperhatikan poin pertama dalam surat edaran tersebut, bahwa gas LPG 3 Kg diperuntukan hanya bagi konsumen rumah tangga, Usaha Mikro, nelayan serta petani yang sesuai sasaran. (nku)

SARAN BERITA