KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Tiga hari belakang, warga Kecamatan Karimun mengeluh akan aroma tidak sedap setiap pengendara melintas Jalan Nusantara. Lurah Tanjung Balai Kota Erwari Syahwaluddin langsung melakukan pengecekan terhadap sumber bau tersebut.
Bersama Ketua RT 01, RW 05 Kelurahan Tanjung Balai Kota, Kasno, Erwari Syahwaluddin mencari, dan menyusuri sumber aroma tersebut.
“Karena ada keluhan dari masyarakat Kelurahan Tanjung Balai kota, saya bersama Ketua RT 01, RW .05 melakukan pengecekan terhadap sumber bau. Dan kami temukan ternyata sumber baunya berasal dari wilayah Kelurahan Sungai Lakam Timur,” jelas Erwari, Kamis (26/10/2023).
Terpisah, Lurah Sungai Lakam Timur Syafrizal S.STP membenarkan bahwa sumber bau menyengat tersebut berasal dari wilayah kerjanya. Tepatnya di salah salah satu rumah daerah Puakang (samping Restoran Silver River).
“Barusan kami dari pihak Kelurahan Sungai Lakam Timur sudah mendatangi tempatnya. Bau menyengat itu berasal dari udang yang dijemur oleh salah seorang warga untuk pembuatan terasi,” jelasnya.
Syafrizal melanjutkan, penyebab udang tersebut mengeluarkan bau yang sangat menyengat, dan menyebar luas disebabkan karena kondisi cuaca hujan.
“Pas dijemur, tiba-tiba cuaca hujan, lantas udang tersebut dibungkus dan disimpan di dalam karung goni. Kemudian ketika cuaca panas kembali, undang dikeluarkan, dan dijemur kembali. Nah saat itulah bau udangnya menjadi sangat menyengat,” tuturnya.
Sebagaiantisipasi ke depan, Syafrizal meminta pihak warga untuk berkoordinasi ke Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kab.Karimun terkait tata cara penjemuran udang agar tidak mengganggu masyarakat sekitar dengan bau yang menyengat.
“Kami berharap Dinas Kelautan dan Perikanan Kab.Karimun dapat memberikan sosialisasi ke warga yang mengolah udang ini agar ke depan kejadian serupa tak terulang lagi,” tutupnya. (nku)




