BerandaKARIMUNKadis Pangan dan Pertanian...

Kadis Pangan dan Pertanian Karimun Sebut El Nino Sebab Kenaikan Harga Cabai

spot_img

KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Karimun Sukrianto Jaya Putra menyatakan kondisi cuaca El Nino menjadi faktor penyebab naiknya harga cabai di pasaran.

“Salah satu faktornya itu El Nino. Dimana cuca panas yang ekstrem mengakibatkan banyak petani lokal kita yang mengalami gagal panen, sehingga harga cabai mengalami kenaikan,” ungkap Sukri, Jum’at (03/11/2023).

Ia melanjutkan, ada penurunan sekitar 30% lebih jumlah cabai yang dipanen oleh petani di saat kondisi El Nino. Tidak hanya petani lokal, petani daerah lainnya juga kerap mengalami gagal panen akibat kondisi cuaca tersebut.

“Kebutuhan cabai di Kab.Karimun menurut neraca pangan itu perminggu sekitar 27 ton, produksi petani lokal saat ini hanya sekitar 5-7 Ton perminggu. Artinya kita masih mengimpor cabai dari luar daerah seperti Medan, Padang, dan daerah lainnya,” tambahnya.

Namun Sukri mengaku pihaknya tidaklah berdiam diri dengan kondisi saat ini. Dinas Pangan dan Pertanian Karimun sendiri tetap mendorong dan mengawal petani cabai lokal untuk meningkatkan produksinya.

“Kami terus berkoordinasi dengan para petani lokal dan mengimbau agar mereka menjual hasil panen ke pedagang sayur di Pasar Kab.Karimun. Hal ini disambut baik oleh para petani, bahkan beberapa petani ada yang langsung menjual sendiri hasil panen cabai mereka di pasar ke konsumen,” lanjutnya.

Selain Itu, Syukri bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kab.Karimun juga sudah saling berkoordinasi untuk melakukan intervensi harga barang pokok.

“Beberapa langkah sudah dilakukan yakni operasi pasar dengan mengadakan Bazar Pangan Murah. Dalam waktu dekat, dari Provinsi Kepri juga akan kembali mengadakan program Bazar Pangan Murah dimana kami akan fokuskan juga ke komoditi cabai,” tutupnya. (nku)

spot_img
SARAN BERITA

Kadis Pangan dan Pertanian Karimun Sebut El Nino Sebab Kenaikan Harga Cabai

KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Karimun Sukrianto Jaya Putra menyatakan kondisi cuaca El Nino menjadi faktor penyebab naiknya harga cabai di pasaran.

“Salah satu faktornya itu El Nino. Dimana cuca panas yang ekstrem mengakibatkan banyak petani lokal kita yang mengalami gagal panen, sehingga harga cabai mengalami kenaikan,” ungkap Sukri, Jum’at (03/11/2023).

Ia melanjutkan, ada penurunan sekitar 30% lebih jumlah cabai yang dipanen oleh petani di saat kondisi El Nino. Tidak hanya petani lokal, petani daerah lainnya juga kerap mengalami gagal panen akibat kondisi cuaca tersebut.

“Kebutuhan cabai di Kab.Karimun menurut neraca pangan itu perminggu sekitar 27 ton, produksi petani lokal saat ini hanya sekitar 5-7 Ton perminggu. Artinya kita masih mengimpor cabai dari luar daerah seperti Medan, Padang, dan daerah lainnya,” tambahnya.

Namun Sukri mengaku pihaknya tidaklah berdiam diri dengan kondisi saat ini. Dinas Pangan dan Pertanian Karimun sendiri tetap mendorong dan mengawal petani cabai lokal untuk meningkatkan produksinya.

“Kami terus berkoordinasi dengan para petani lokal dan mengimbau agar mereka menjual hasil panen ke pedagang sayur di Pasar Kab.Karimun. Hal ini disambut baik oleh para petani, bahkan beberapa petani ada yang langsung menjual sendiri hasil panen cabai mereka di pasar ke konsumen,” lanjutnya.

Selain Itu, Syukri bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kab.Karimun juga sudah saling berkoordinasi untuk melakukan intervensi harga barang pokok.

“Beberapa langkah sudah dilakukan yakni operasi pasar dengan mengadakan Bazar Pangan Murah. Dalam waktu dekat, dari Provinsi Kepri juga akan kembali mengadakan program Bazar Pangan Murah dimana kami akan fokuskan juga ke komoditi cabai,” tutupnya. (nku)

SARAN BERITA