KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Jumlah penderita penyakit HIV/Aids di Kabupaten Karimun, terus menunjukkan tren menurun.
Jika pada tahun 2022 tercatat 52 kasus, kini berjumlah 41 kasus. Menurunnya kasus pengidap HIV/Aids ditengarai mulai tingginya kesadaran masyarakat peduli terhadap kesehatan.
Meski turun, namun Komisi Penanggulangan Aids Kabupaten (KPAK) Karimun terus melakukan screening atau test HIV secara gratis.
Tahun 2023, ada sebanyak 9.778 orang yang melakukan screening secara sukarela. Sedangkan tahun 2022, screening diikuti 12.069 orang.
“Dari 9.778 orang inilah, kita temukan 41 kasus baru. Artinya, terjadi penurunan kasus yang sebelumnya tercatat ada 52 orang,” ungkap Kepala Sekretariat KPAK Karimun, Erwan Muharuddin, Jumat (1/12/2023).
Erwan mengatakan, setiap tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari Aids Sedunia. Tidak terkecuali di Kabupaten Karimun.
KPAK bersama stakeholder pun mengkampanyekan kesadaran masyarakat akan informasi terkait penyakit HIV/Aids.
“Kita kampanye kepada masyarakat media Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) yaitu tentang informasi tentang HIV/AIDS, mulai dari pelabuhan, di lampu merah,” terangnya.
Masih kata Erwan, sebagai lembaga koordinasi di daerah terus berupaya melakukan pencegahan dan memastikan program HIV/AIDS terlaksana. Mulai dari sosialisasi pelajar, masyarakat dan menjangkau kelompok populasi kunci yaitu pekerja seks, waria, gay, warga binaan.
“Melalui, peringatan ini menjadi ajang sebagai pengingat masyarakat untuk sadar akan pentingnya mencegah dan menanggulangi AIDS. Tetaplah setia pada satu pasangan, agar bisa menyayangi keluarga anda termasuk diri sendiri,” pesannya. (ifa)




