KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Produksi petani cabai di Kab.Karimun selama tahun 2023 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2022.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kab.Karimun Sukrianto Jaya Putra kepada kabarkarimun.co.id, Jum’at (22/12/2023).
“Berdasarkan data tahun 2022, produksi cabai keriting petani di Kab.Karimun yakni sebanyak 34 ton. Untuk Tahun 2023 hingga bulan November, tercatat sudah 145 ton produksi petani,” sebutnya.
Ia melanjutkan, hal serupa juga terjadi pada komoditas cabai rawit. Dimana pada tahun 2022, hasil produksi para petani cabai di Kab.Karimun sebanyak 34 ton, namun pada November 2023, produksi cabai rawit dari petani lokal mencapai 145 ton.
“Saat ini ada sekitar 34 orang petani cabai merah diantaranya di Kecamatan Moro, Kundur, Kundur Utara, Durai, tebing dan Meral Barat. Diperkirakan pada Desember 2023, akan panen dengan totalnya mencapai 16,4 ton dan pada Januari 2024 sebanyak 12,6 ton,” jelasnya.
Untuk cabai rawit, ada sebanyak 27 petani di Kab.Karimun yang akan panen pada Desember 2023 sebanyak 8 ton serta di Januari 2024 sebanyak 7,9 ton.
Namun, Sukri mengakui bahwa peningkatan jumlah produksi cabai tersebut belum dapat menutupi kebutuhan di Kab.Karimun yang mencapai 8 ton perminggu.
“Kita akan terus berusaha meningkatkan hasil produksi petani lokal agar semakin meningkat, sehingga dapat mencukupi kebutuhan lokal,” tambahnya.
Ia menyadari bahwa harga komoditi cabai di pasaran saat ini mengalami fluktuatif, namun pihaknya sudah melakukan beberapa langkah mengatasi hal tersebut.
“Kami senantiasa melakukan koordinasi dengan Dinas Terkait dalam mengintervensi harga. Beberapa cara yang dilakukan antara lain dengan menggelar Bazar Sembako Murah serta mendorong para petani cabai lokal untuk menjual langsung hasil panennya di pasar,” jelasnya.
Selain itu, Syukri menambahkan bahwa saat ini Pemprov Kepri juga sudah mulai memberlakukan Program Subsidi transportasi dari Badan Pangan Nasional guna pencegahan inflasi dan intervensi harga jual sembako di pasaran.
“Kita sama-sama berharap dan berusaha agar harga jual sembako di pasar senantiasa stabil, dan kami juga senantiasa berkordinasi dengan provinsi dan pusat terkait berbagai program yang bisa dilaksanakan di Kab.Karimun guna menjaga harga bahan pokok,” tutupnya. (nku)




