KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Warga Meral mulai mengeluh karena memasuki hari keenam, distribusi air bersih milik PDAM Tirta Karimun tidak mengalir.
Padahal estimasi perbaikan kebocoran pipa transmisi sesuai surat edaran hanya berlangsung 2×24 jam sejauh Selasa (6/3/2024). Nyatanya, hingga Minggu (10/3/2024), air belum mengalir.
Amir salah seorang warga Kelurahan Meral Kota mengaku, air bersih sudah tidak mengalir sedari hari Selasa, tanggal 6 Maret 2024.
“Dari Selasa air bersih sudah tidak mengalir. Pengumuman penghentian sementara pendistribusian air bersih baru hari Rabu diinformasikan lewat akun medsos PDAM Tirta Mulia Karimun,” keluh Amir, Minggu (10/03/2024).
Ia menambahkan, selain pemberitahuan yang terlambat disampaikan, pengerjaannya juga dinilai tidak pernah tepat sesuai pengumuman.
“Dipengumuman penghentian pendistribusian air bersih sampai tanggal 07 Maret 2024, estimasi 2×24 jam air normal kembali. Namun hingga sekarang air tak juga mengalir,” keluhnya.
Dirut PDAM Tirta Mulia Karimun melalui Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian Rahmad Kurniawan menjelaskan, pendistribusian air bersih terpaksa dihentikan karena adanya laporan kebocoran.
“Pengerjaan perbaikan pipa sudah rampung Jumat, 08 Maret 2024 lalu. Air sempat jalan sebentar, namun pagi semalam masyarakat melaporkan adanya air yang keluar di titik pipa yang telah dikerjakan,” katanya.
Ia melanjutkan, lokasi kebocoran tersebut yakni di simpang 4 jalan poros antara Sei Bati dan Paya Rengas.
“Setelah di cek petugas lapangan, memang bahan penyambung pipa (giboult joint) ada yang lepas lantaran dipengaruhi oleh tekanan air yang kuat karena posisi kebocoran berada tidak jauh dari lokasi produksi. Selain itu ukuran pipanya juga cukup besar, mencapai 14 inci,” lanjutnya.
Menurut Rahmad, sampai saat ini tim masih melakukan pengerjaan perbaikan pipa agar air bersih bisa secepatnya didistribusikan. (nku)




