KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Bupati Karimun Ing.H.Iskandarsyah resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten tahun 2026, Kamis (26/02/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Cempaka Putih itu, merumuskan strategi arah pembangunan daerah di tahun 2027.
“Hari ini kita menggelar Musrenbang tingkat kabupaten untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027,” ujar Bupati Iskandarsyah.

Bupati berharap, RKPD yang tengah disusun mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan serta persoalan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.
Selain peningkatan SDM, infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan, fokus pembahasan yang mendapat perhatian serius adalah pengentasan kemiskinan ekstrem.
“Saat ini ada 232 warga di Kabupaten Karimun berada dalam kategori kemiskinan ekstrem, dan perlu penanganan serius. Da, persoalan ini harus ditangani secara keroyokan,” jelas Bupati.
Kemiskinan ekstrem yang dimaksud yakni, mereka yang sudah tidak bisa berbuat apa lagi.
Makanya perlu dilakukan pendataan detail atau menyeluruh. Sehingga bisa dilakukan upaya penyelamatan.
“Apakah kita membantu lewat bedah rumah, penyaluran sembako, hingga memberi pelatihan. Intinya bagaimana mereka itu mampu bertahan,” tutur Bupati.
Selain pengentasan kemiskinan ekstrem, perhatian pemerintah daerah juga tertuju pada upaya penuntasan status satu desa tertinggal.
Saat ini hanya Desa Selat Mie yang masuk kategori tertinggal. Oleh karenanya, pemerintah daerah menargetkan melepaskan Desa Selat Mie dari kategori tertinggal di tahun 2027.
“Kita masih ada satu desa tertinggal. Dari dulu sampai sekarang tidak selesai-selesai. Mudah-mudahan di pemerintahan kami (Iskandar-Rocky), mampu menyelesaikan PR desa tertinggal tadi,” tegas Bupati.
Mulai tahun 2026 ini, kami telah fokus melakukan langkah awal peningkatan status desa.
Melalui Musrenbang ini, diharapkan seluruh program yang dirancang benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat serta mampu mendorong pemerataan pembangunan di Kabupaten Karimun. (ifa)




