KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Memasuki usia Kabupaten Karimun ke-27, warga Desa Tulang, Kecamatan Selat Gelam, belum bisa menikmati listrik selama 24 jam.
Saat ini, aliran listrik dari unit PLN hanya nyala selama 14 jam. Yakni mulai pukul 17.00 WIB hingga 07.00 WIB.
Ironisnya, posisi Desa Tulang berhadapan langsung dengan ibukota Karimun. Hanya terpisahkan oleh selat.
Meski begitu, warga Desa Tulang masih bisa berbesar hati. Seperti mengisi saat Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H.
“Alhamdulillah, walaupun suasana lebaran tidak menikmati listrik dari pagi sampai siang, tapi tetap meriah,” kata warga Desa Tulang, Zaini, Sabtu (28/3/2026).
Pun begitu saat salat Idul Fitri. Panitia masjid telah menyiapkan genset untuk menyalakan pengeras suara maupun kipas angin. Sehingga, pelaksanaan salat ied sendiri benar-benar hikmat dan khusuk.
“Walaupun tidak jauh dari ibu kota Kabupaten Karimun, tapi kita tetap bersyukur masih bisa berjumpa dengan bulan suci Ramadan, dan hari raya Idul Fitri,” ucapnya.
Sementara Manager PLN Unit Lapanan Pelanggan (ULP) Tanjung Balai Karimun Ahmad Subhan Hadi ketika dikonfirmasi mengatakan, pihak telah mengusulkan agar pelanggan di Desa Tulang bisa dialiri listrik 24 jam.
“Sudah kita usulkan, dan dapat PLTS agar bisa 24 jam di Desa Tulang, tapi masih menunggu jawaban dari pusat,” jawabnya.
Saat ini, pelanggan PLN di Desa Tulang hanya bisa menikmati listrik selama 14 jam mulai pukul 17.00 WIB hingga 07.00 WIB. (*/ifa)




