KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Pelayanan kesehatan di Puskesmas Moro, Kabupaten Karimun, dikeluhkan warga setempat.
Hingga kini belum dilantik kepala Puskemas Moro defenitif. Akibatnya, warga yang membutuhkan rawat inap, maupun rujukan, tidak dapat dilayani.
“Seperti kejadian lalu, ada keluarga pasien yang membutuhkan penanganan serius. Karena tidak ada dokter yang bertanggung jawab, keluarga pasien malah diarahkan ke praktek dokter umum terdekat,” ujar tokoh masyarakat Moro, Halim, Selasa (31/3/2026).
Akibatnya fatal. Pasien yang ditangani di rumah, akhirnya meninggal dunia.
“Kami dapat merasakan kekecewaan keluarga pasien. Untuk itu, kami dengan sangat-sangat memohon kepada bupati segera lantik kepala Puskesmas Moro secepatnya,” pinta Halim.
Dengan adanya kepala puskesmas defenitif, tentu tidak ada lagi persoalan yang dihadapi warga saat berobat.
Baik untuk mendapatkan pelayanan rawat inap, maupun memperoleh surat rujukan. Karena sudah ada dokter yang bertanggung jawab.
“Intinya, sebagai masyarakat Moro, kami berharap tindakan bupati yang nota bene putra asli Moro agar cepat tanggaplah atas kondisi Puskesmas Moro sekarang ini. Terkhusus berkaitan dengan penempatan dokter depinitif, dan benar-benar siap ditempatkan, dan berada di lokasi (Puskesmas Moro),” tegas Halim.
Hal senada juga disampaikan, Fikri. Warga Kampung Bedan ini mengaku kalau pasien dirawat di Puskesmas tentu mendapatkan layanan lebih maksimal, dan cepat.
“Beda kalau perawatan dilakukan di puskesmas atau rumah sakit dibandingkan di rumah. Tentu penanganannya cepat, dan langsung,” ucap Fikri.
Fikri pun mengaku prihatin dengan kondisi layanan kesehatan di Puskesmas Moro. Selain tidak ada dokter yang bertanggungjawab tidak berada di tempat, masyarakat yang ingin mengambil surat rujukan ke RSUD pun tak bisa.
“Kita prihatin dengan kondisi layanan kesehatan di Puskesmas Moro. Jika ada masyarakat yang membutuhkan penanganan emergency, tentu tertunda. Karena dokter yang bertanggung jawab tidak berada di tempat,” papar Fikri. (ifa)




