KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Relokasi pedagang sore Pasar Puan Maimun Kabupaten Karimun kembali tertunda.
Menyusul digelarnya pertemuan ketiga Bupati bersama pedagang sore, Senin (14/4/2026) malam di rumah dinas.
Kapan kepastiannya? Menunggu keputusan dari Bupati Karimun yang berencana akan kembali turun dan meninjau langsung kondisi lapak di Blok D.
“Kami akan turun lagi, dan meninjau kondisi sebenar di Pasar Puan Maimun,” tegas Wabup Rocky Marciano Bawole yang diamini Bupati Ing.H.Iskandarsyah saat pertemuan dengan pedagang.

Hadir dalam pertemuan itu, Wakil Bupati Rocky M.Bawole, Asisten I Setkab Karimun Sularno, Kadishub Tohap, Kabag Ekonomi, Sekretaris Disdagkop, dan Direktur Perumda Bumi Berazam Jaya beserta jajaran.
Awalnya, Perumda Bumi Berazam Jaya (BBJ) selaku pengelola pasar telah mendeadline pedagang sore untuk mengosongkan lapak pada tanggal 11 April 2024.
Sejatinya pedagang sore Puan Maimun menyatakan kesediaan pindah ke Blok D, dan siap mendukung program pemerintah.
Namun, pedagang menilai kondisi lapak kering di Blok D terlalu sempit. Sehingga mereka enggan pindah, dan memilih meminta pemerintah menata lapak di lahan parkir.
“Sebenarnya aspirasi dari kawan-kawan adalah meminta pemerintah menata atau merapikan lokasi Pasar Sore. Karena pasar sore sudah menjadi ikon,” papar perwakilan pedagang.
Pun kalau harus pindah, pemerintah harus bisa menjamin kelayakan tempat baru serta akses jalan yang memadai bagi pembeli.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Iskandarsyah menegaskan bahwa kebijakan relokasi bukan untuk menyulitkan pedagang. Melainkan demi menciptakan tata kelola pasar yang lebih modern, bersih, dan rapi.
“Pemerintah daerah tidak memiliki niat sedikit pun untuk menghambat masyarakat dalam berusaha. Penataan ini dilakukan agar kawasan pasar menjadi lebih tertib dan nyaman. Sehingga memiliki nilai tambah baik bagi pedagang maupun pembeli,” ujar Bupati Iskandarsyah.
Ada tiga instruksi Bupati kepada Perumda BBJ selaku pengelola Pasar Puan Maimun.
Pertama, menjaga kondisi pasar tetap bersih dan nyaman bagi pengunjung. Kedua, rapi dalam tata letak pedagang. Dan ketiga, berkontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah. (ifa)




