BerandaKARIMUNRelawan Literasi Masyarakat Ajak...

Relawan Literasi Masyarakat Ajak Generasi Muda Membaca Masa Depan Kundur

spot_img

KUNDUR, kabarkarimun.co.id – Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional RI Angkatan 2026 yang dipelopori Rudi Rendra kembali menggelar kegiatan literasi di Pulau Kundur.

Memasuki pekan kedua pelaksanaan program, kegiatan yang berlangsung di Lapangan Hijau Kompleks SPN, Sabtu (13/6), mengusung tema “Membaca Masa Depan Kundur” dengan melibatkan berbagai tokoh inspiratif dan generasi muda.

Kegiatan ini menjadi wadah edukasi sekaligus motivasi bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, untuk meningkatkan minat baca serta memperkuat budaya literasi di Kabupaten Karimun.

Salah satu narasumber yang hadir, penulis novel IVA si Atresia Biler, Zulrahmini, berbagi pengalaman mengenai proses kreatif menulis.

Ia menekankan bahwa literasi memiliki peran penting dalam membangun imajinasi, memperluas pengetahuan, dan membentuk karakter generasi muda.

“Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga membangun cara berpikir yang kritis dan kreatif untuk menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan turut menghadirkan para Duta Generasi Berencana (GenRe) tingkat SMA, yakni M. Muflihul Hanif, Jocelyn, Burhanudin, dan Kezia Farica Azzahra.

Mereka membagikan pengalaman dan perjuangan hingga dipercaya menjadi duta yang mampu menginspirasi remaja sebaya untuk terus berkembang, berprestasi, dan berkontribusi bagi masyarakat.

Suasana kegiatan semakin semarak dengan kehadiran Bhabinkamtibmas Ageng Prayuda yang mengajak peserta memanfaatkan masa muda sebagai momentum untuk membangun karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Sejumlah peserta berharap program literasi seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan tidak hanya menjadi kegiatan musiman.

“Kegiatan ini menjadi alternatif positif bagi anak-anak dan remaja untuk mengisi waktu dengan aktivitas yang bermanfaat,” ujar salah seorang peserta.

Sementara itu, penggagas kegiatan, Rudi Rendra, menegaskan bahwa pembangunan budaya literasi membutuhkan dukungan yang lebih luas, baik dari komunitas, pemerintah, maupun berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, ekosistem literasi di Kundur perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk Bunda Literasi Kabupaten Karimun, Rojiah, serta pemerintah daerah melalui kebijakan dan program yang berkelanjutan.

“Literasi adalah investasi peradaban. Jika ingin membangun generasi yang unggul, maka ruang-ruang literasi harus dirawat dengan kebijakan yang kuat,” tegas Rudi.

Ia juga berharap adanya dukungan anggaran yang memadai untuk penerbitan karya penulis lokal serta bentuk apresiasi nyata bagi para pegiat literasi.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan dunia usaha sangat diperlukan agar program-program literasi dapat terus tumbuh dan berkelanjutan.

Melalui program RELIMA 2026, para pegiat literasi berharap dapat membangun ekosistem yang semakin kuat dalam membudayakan membaca, berdiskusi, dan berkarya. Program ini diharapkan menjadi sarana pembentukan generasi muda Kundur yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. (mas)

spot_img
SARAN BERITA

Relawan Literasi Masyarakat Ajak Generasi Muda Membaca Masa Depan Kundur

KUNDUR, kabarkarimun.co.id – Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional RI Angkatan 2026 yang dipelopori Rudi Rendra kembali menggelar kegiatan literasi di Pulau Kundur.

Memasuki pekan kedua pelaksanaan program, kegiatan yang berlangsung di Lapangan Hijau Kompleks SPN, Sabtu (13/6), mengusung tema “Membaca Masa Depan Kundur” dengan melibatkan berbagai tokoh inspiratif dan generasi muda.

Kegiatan ini menjadi wadah edukasi sekaligus motivasi bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, untuk meningkatkan minat baca serta memperkuat budaya literasi di Kabupaten Karimun.

Salah satu narasumber yang hadir, penulis novel IVA si Atresia Biler, Zulrahmini, berbagi pengalaman mengenai proses kreatif menulis.

Ia menekankan bahwa literasi memiliki peran penting dalam membangun imajinasi, memperluas pengetahuan, dan membentuk karakter generasi muda.

“Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga membangun cara berpikir yang kritis dan kreatif untuk menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan turut menghadirkan para Duta Generasi Berencana (GenRe) tingkat SMA, yakni M. Muflihul Hanif, Jocelyn, Burhanudin, dan Kezia Farica Azzahra.

Mereka membagikan pengalaman dan perjuangan hingga dipercaya menjadi duta yang mampu menginspirasi remaja sebaya untuk terus berkembang, berprestasi, dan berkontribusi bagi masyarakat.

Suasana kegiatan semakin semarak dengan kehadiran Bhabinkamtibmas Ageng Prayuda yang mengajak peserta memanfaatkan masa muda sebagai momentum untuk membangun karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Sejumlah peserta berharap program literasi seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan tidak hanya menjadi kegiatan musiman.

“Kegiatan ini menjadi alternatif positif bagi anak-anak dan remaja untuk mengisi waktu dengan aktivitas yang bermanfaat,” ujar salah seorang peserta.

Sementara itu, penggagas kegiatan, Rudi Rendra, menegaskan bahwa pembangunan budaya literasi membutuhkan dukungan yang lebih luas, baik dari komunitas, pemerintah, maupun berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, ekosistem literasi di Kundur perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk Bunda Literasi Kabupaten Karimun, Rojiah, serta pemerintah daerah melalui kebijakan dan program yang berkelanjutan.

“Literasi adalah investasi peradaban. Jika ingin membangun generasi yang unggul, maka ruang-ruang literasi harus dirawat dengan kebijakan yang kuat,” tegas Rudi.

Ia juga berharap adanya dukungan anggaran yang memadai untuk penerbitan karya penulis lokal serta bentuk apresiasi nyata bagi para pegiat literasi.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan dunia usaha sangat diperlukan agar program-program literasi dapat terus tumbuh dan berkelanjutan.

Melalui program RELIMA 2026, para pegiat literasi berharap dapat membangun ekosistem yang semakin kuat dalam membudayakan membaca, berdiskusi, dan berkarya. Program ini diharapkan menjadi sarana pembentukan generasi muda Kundur yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. (mas)

SARAN BERITA