BerandaKARIMUNBupati Karimun Minta Kader...

Bupati Karimun Minta Kader Posyandu Perkuat Akurasi Data, Kunci Percepatan Penurunan Stunting

spot_img

KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Pemerintah Kabupaten Karimun terus memperkuat strategi percepatan penurunan stunting dengan menitikberatkan pada kualitas pendataan di lapangan.

Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, menegaskan akurasi pengukuran tumbuh kembang balita oleh kader Posyandu menjadi faktor penting dalam menentukan kebijakan penanganan stunting secara nasional.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat membuka Orientasi 25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu Wilayah Pulau Kundur di Kampung Kebun Pinang, Kelurahan Tanjung Batu Kota, Senin (3/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 100 kader Posyandu dari lima kecamatan di Pulau Kundur.

Menurut Iskandarsyah, data yang dikumpulkan kader Posyandu tidak hanya menjadi acuan pemerintah daerah, tetapi juga terintegrasi dalam sistem data nasional.

Karena itu, ia meminta setiap proses penimbangan dan pengukuran dilakukan secara teliti.

“Pengecekan dan pengukuran ini sangat krusial. Saya minta ibu-ibu kader melakukannya dengan sungguh-sungguh dan teliti, karena data yang dikumpulkan akan menjadi database nasional yang menentukan arah kebijakan pemerintah,” tegasnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun hingga Juni 2026, hasil penimbangan terhadap 11.297 balita menunjukkan prevalensi stunting berada di angka 7,57 persen atau sebanyak 855 anak.

Pemerintah Kabupaten Karimun menargetkan angka tersebut terus ditekan hingga mencapai nol persen.

Bupati menjelaskan, penanganan stunting tidak cukup hanya melalui sektor kesehatan. Menurutnya, persoalan ekonomi keluarga juga menjadi tantangan dalam pemenuhan gizi anak.

“Karimun memiliki potensi sumber protein dari hasil laut yang melimpah, namun masih ada keluarga yang mengalami keterbatasan daya beli sehingga kebutuhan gizi anak belum terpenuhi secara optimal,” ujarnya.

Selain menghadiri orientasi kader Posyandu, Iskandarsyah juga meninjau kondisi kesehatan anak-anak di SD Negeri 003 dan SD Negeri 004 Kundur.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pemantauan kesehatan anak berjalan berkelanjutan sejak usia balita hingga memasuki usia sekolah.

Program peningkatan kapasitas kader Posyandu di Pulau Kundur mendapat dukungan dari PT Saipem Indonesia melalui program Saipem Local Community Initiative 2026.

Sebelumnya, perusahaan tersebut juga telah melatih 134 kader Posyandu melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (TJSP).

PT Saipem Indonesia turut mendukung upaya penurunan stunting dengan pemberian mikronutrien Taburia, distribusi makanan bergizi bagi balita, serta pelaksanaan kunjungan rumah (home visit) untuk memantau tumbuh kembang anak yang berisiko mengalami stunting.

Pemerintah Kabupaten Karimun berharap kolaborasi antara pemerintah, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan dunia usaha dapat mempercepat terwujudnya generasi Karimun yang sehat, cerdas, dan berkualitas sesuai target pembangunan daerah. (*/ifa)

spot_img
SARAN BERITA

Bupati Karimun Minta Kader Posyandu Perkuat Akurasi Data, Kunci Percepatan Penurunan Stunting

KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Pemerintah Kabupaten Karimun terus memperkuat strategi percepatan penurunan stunting dengan menitikberatkan pada kualitas pendataan di lapangan.

Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, menegaskan akurasi pengukuran tumbuh kembang balita oleh kader Posyandu menjadi faktor penting dalam menentukan kebijakan penanganan stunting secara nasional.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati saat membuka Orientasi 25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu Wilayah Pulau Kundur di Kampung Kebun Pinang, Kelurahan Tanjung Batu Kota, Senin (3/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 100 kader Posyandu dari lima kecamatan di Pulau Kundur.

Menurut Iskandarsyah, data yang dikumpulkan kader Posyandu tidak hanya menjadi acuan pemerintah daerah, tetapi juga terintegrasi dalam sistem data nasional.

Karena itu, ia meminta setiap proses penimbangan dan pengukuran dilakukan secara teliti.

“Pengecekan dan pengukuran ini sangat krusial. Saya minta ibu-ibu kader melakukannya dengan sungguh-sungguh dan teliti, karena data yang dikumpulkan akan menjadi database nasional yang menentukan arah kebijakan pemerintah,” tegasnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun hingga Juni 2026, hasil penimbangan terhadap 11.297 balita menunjukkan prevalensi stunting berada di angka 7,57 persen atau sebanyak 855 anak.

Pemerintah Kabupaten Karimun menargetkan angka tersebut terus ditekan hingga mencapai nol persen.

Bupati menjelaskan, penanganan stunting tidak cukup hanya melalui sektor kesehatan. Menurutnya, persoalan ekonomi keluarga juga menjadi tantangan dalam pemenuhan gizi anak.

“Karimun memiliki potensi sumber protein dari hasil laut yang melimpah, namun masih ada keluarga yang mengalami keterbatasan daya beli sehingga kebutuhan gizi anak belum terpenuhi secara optimal,” ujarnya.

Selain menghadiri orientasi kader Posyandu, Iskandarsyah juga meninjau kondisi kesehatan anak-anak di SD Negeri 003 dan SD Negeri 004 Kundur.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pemantauan kesehatan anak berjalan berkelanjutan sejak usia balita hingga memasuki usia sekolah.

Program peningkatan kapasitas kader Posyandu di Pulau Kundur mendapat dukungan dari PT Saipem Indonesia melalui program Saipem Local Community Initiative 2026.

Sebelumnya, perusahaan tersebut juga telah melatih 134 kader Posyandu melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (TJSP).

PT Saipem Indonesia turut mendukung upaya penurunan stunting dengan pemberian mikronutrien Taburia, distribusi makanan bergizi bagi balita, serta pelaksanaan kunjungan rumah (home visit) untuk memantau tumbuh kembang anak yang berisiko mengalami stunting.

Pemerintah Kabupaten Karimun berharap kolaborasi antara pemerintah, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan dunia usaha dapat mempercepat terwujudnya generasi Karimun yang sehat, cerdas, dan berkualitas sesuai target pembangunan daerah. (*/ifa)

SARAN BERITA