BerandaKARIMUNUpaya Pengapungan KM Andrian...

Upaya Pengapungan KM Andrian Syahputra di Tanjungbatu Terus Digesa, Lima Penyelam Evakuasi Muatan Semen

spot_img

KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Upaya pengapungan KM Andrian Syahputra yang tenggelam di pelantar Indora, Tanjungbatu, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, terus dilakukan.

Tim gabungan bersama anak buah kapal (ABK) berupaya mempercepat proses evakuasi mengingat posisi bangkai kapal berada di dekat ponton pelabuhan penumpang.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni mendatangkan lima penyelam untuk mengeluarkan muatan semen dari dalam kapal. Setelah beban berkurang, kapal rencananya akan dipasang drum sebagai alat bantu agar dapat kembali terapung.

Kepala Pos Polairud Polda Kepri Tanjungbatu, Aipda H. Akhmad Saukani Harahap, mengatakan proses pengapungan kapal masih terus berlangsung.

“Iya, sampai saat ini upaya pengapungan kapal terus digesa, mengingat bangkai kapal berada dekat ponton pelabuhan penumpang Tanjungbatu,” ujar Akhmad Saukani Harahap, Senin (3/8/2026).

Menurut Harahap, proses evakuasi dilakukan secara bertahap karena sebagian muatan masih berada di dalam kapal.

“Selain mengeluarkan semen, tim juga akan memasang drum sebagai penyangga untuk membantu mengangkat badan kapal ke permukaan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun Wilayah Kerja Tanjungbatu, Hariadi, menjelaskan KM Andrian Syahputra GT 34/No.101/PPK mengangkut sekitar 17 ton muatan berupa sembako, semen, pipa paralon, tangki air, kipas angin, serta minyak goreng dengan tujuan Pulau Burung.

Berdasarkan keterangan awak kapal, insiden bermula saat air masuk melalui area as propeler bagian belakang. Namun, mesin pembuangan air tidak sempat dihidupkan sehingga air terus memenuhi ruang mesin dan menyebabkan kapal tenggelam.

“Kapal mengalami kebocoran akibat air masuk dari as propeler belakang. Karena mesin pembuangan air tidak diaktifkan, air terus memenuhi ruang mesin hingga akhirnya kapal tenggelam,” jelas Hariadi.

Ia menambahkan, kapal tersebut diawaki empat orang, yakni nakhoda M. Peni, Kepala Kamar Mesin (KKM) Mulyadi, serta dua ABK masing-masing Ikei dan Pitera.

Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa.

“Saat ini fokus utama petugas adalah mempercepat pengapungan kapal agar tidak mengganggu aktivitas pelayaran dan operasional pelabuhan penumpang di Tanjungbatu,” imbuhnya. (mas)

spot_img
SARAN BERITA

Upaya Pengapungan KM Andrian Syahputra di Tanjungbatu Terus Digesa, Lima Penyelam Evakuasi Muatan Semen

KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Upaya pengapungan KM Andrian Syahputra yang tenggelam di pelantar Indora, Tanjungbatu, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, terus dilakukan.

Tim gabungan bersama anak buah kapal (ABK) berupaya mempercepat proses evakuasi mengingat posisi bangkai kapal berada di dekat ponton pelabuhan penumpang.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni mendatangkan lima penyelam untuk mengeluarkan muatan semen dari dalam kapal. Setelah beban berkurang, kapal rencananya akan dipasang drum sebagai alat bantu agar dapat kembali terapung.

Kepala Pos Polairud Polda Kepri Tanjungbatu, Aipda H. Akhmad Saukani Harahap, mengatakan proses pengapungan kapal masih terus berlangsung.

“Iya, sampai saat ini upaya pengapungan kapal terus digesa, mengingat bangkai kapal berada dekat ponton pelabuhan penumpang Tanjungbatu,” ujar Akhmad Saukani Harahap, Senin (3/8/2026).

Menurut Harahap, proses evakuasi dilakukan secara bertahap karena sebagian muatan masih berada di dalam kapal.

“Selain mengeluarkan semen, tim juga akan memasang drum sebagai penyangga untuk membantu mengangkat badan kapal ke permukaan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun Wilayah Kerja Tanjungbatu, Hariadi, menjelaskan KM Andrian Syahputra GT 34/No.101/PPK mengangkut sekitar 17 ton muatan berupa sembako, semen, pipa paralon, tangki air, kipas angin, serta minyak goreng dengan tujuan Pulau Burung.

Berdasarkan keterangan awak kapal, insiden bermula saat air masuk melalui area as propeler bagian belakang. Namun, mesin pembuangan air tidak sempat dihidupkan sehingga air terus memenuhi ruang mesin dan menyebabkan kapal tenggelam.

“Kapal mengalami kebocoran akibat air masuk dari as propeler belakang. Karena mesin pembuangan air tidak diaktifkan, air terus memenuhi ruang mesin hingga akhirnya kapal tenggelam,” jelas Hariadi.

Ia menambahkan, kapal tersebut diawaki empat orang, yakni nakhoda M. Peni, Kepala Kamar Mesin (KKM) Mulyadi, serta dua ABK masing-masing Ikei dan Pitera.

Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa.

“Saat ini fokus utama petugas adalah mempercepat pengapungan kapal agar tidak mengganggu aktivitas pelayaran dan operasional pelabuhan penumpang di Tanjungbatu,” imbuhnya. (mas)

SARAN BERITA