BerandaKARIMUNEnam Kali Workshop, 14...

Enam Kali Workshop, 14 Siswa MAN Karimun Kampus 2 Terbitkan Antologi Cerpen

spot_img

KUNDUR, kabarkarimun.co.id — Sebanyak 14 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Karimun Kampus 2 di Jalan MT.Haryono Tanjungbatu, meluncurkan buku antologi cerpen berjudul Kepompong Langit Bocor Cahaya, Kamis (22/10/2026).

Buku tersebut merupakan hasil program pelatihan menulis dari Bahan Bacaan yang berlangsung selama enam kali pertemuan pada September 2026.

Pelatihan dibina Rudi Rendra, Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI).

Program tersebut merupakan bagian dari tugas pengimbasan RELIMA untuk mendorong tumbuhnya budaya literasi dan keterampilan menulis di kalangan pelajar.

Sebelum kegiatan terlaksana, RELIMA telah mengirimkan surat penawaran program kepada sejumlah sekolah tingkat SMA sejak Agustus 2026.

Dari sejumlah sekolah yang dihubungi, MAN Karimun Kampus 2 menjadi sekolah yang bersedia mengikuti program tersebut.

Guru pendamping Intan menyambut positif pelaksanaan pelatihan tersebut.

Menurutnya siswa menunjukan ketertarikan sejak informasi mengenai pelatihan menulis cerpen pertama kali disampaikan kepada mereka.

“Sejak pertama kali informasi tentang pelatihan menulis cerpen ini dibagikan kepada murid-murid, dan mereka sangat tertarik untuk mengikutinya,” ujar Intan.

RELIMA hadir membawa secercah cahaya bagi anak-anak kami yang haus ilmu, terutama bagi mereka yang suka menulis.

Dikatakan enam kali pertemuan pelatihan telah membantu para siswa membangun kepercayaan diri dalam menulis hingga menghasilkan sebuah buku antologi cerpen.

Setelah menjalani enam kali pertemuan bersama RELIMA, murid-murid kami merasa lebih percaya diri untuk menulis sehingga berhasil menghasilkan sebuah buku antologi cerpen.

“Yang paling menarik bagi kami, pelatihan ini diberikan secara gratis oleh Perpusnas. Semoga akan lebih banyak lagi kegiatan seperti ini ke depannya,” paparnya.

Sementara Rudi Rendra berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada penerbitan buku pertama.

Ia mendorong agar pelatihan menulis dapat menjadi agenda berkelanjutan, khususnya dalam memperingati Bulan Bahasa setiap tahun.

Kegiatan ini harus  berkelanjutan dan menjadi tradisi yang baik. Setiap peringatan Bulan Bahasa, kegiatan serupa bisa kembali diadakan dengan menghasilkan karya yang beragam, baik kumpulan esai, puisi, maupun tulisan lainya.

Peluncuran buku ini menjadi salah satu capaian para peserta setelah mengikuti rangkaian pelatihan.

“Bagi para siswa, terbitnya Kepompong Langit Bocor Cahaya menjadi kesempatan untuk memperkenalkan karya mereka kepada pembaca dalam bentuk buku,” ucapnya.

Kegiatan menulis  direncanakan berlanjut melalui Komunitas Kundur Menulis. Komunitas ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi para pelajar untuk terus berlatih, mengembangkan gagasan, dan menghasilkan karya tulis secara berkelanjutan. (mas)

spot_img
SARAN BERITA

Enam Kali Workshop, 14 Siswa MAN Karimun Kampus 2 Terbitkan Antologi Cerpen

KUNDUR, kabarkarimun.co.id — Sebanyak 14 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Karimun Kampus 2 di Jalan MT.Haryono Tanjungbatu, meluncurkan buku antologi cerpen berjudul Kepompong Langit Bocor Cahaya, Kamis (22/10/2026).

Buku tersebut merupakan hasil program pelatihan menulis dari Bahan Bacaan yang berlangsung selama enam kali pertemuan pada September 2026.

Pelatihan dibina Rudi Rendra, Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI).

Program tersebut merupakan bagian dari tugas pengimbasan RELIMA untuk mendorong tumbuhnya budaya literasi dan keterampilan menulis di kalangan pelajar.

Sebelum kegiatan terlaksana, RELIMA telah mengirimkan surat penawaran program kepada sejumlah sekolah tingkat SMA sejak Agustus 2026.

Dari sejumlah sekolah yang dihubungi, MAN Karimun Kampus 2 menjadi sekolah yang bersedia mengikuti program tersebut.

Guru pendamping Intan menyambut positif pelaksanaan pelatihan tersebut.

Menurutnya siswa menunjukan ketertarikan sejak informasi mengenai pelatihan menulis cerpen pertama kali disampaikan kepada mereka.

“Sejak pertama kali informasi tentang pelatihan menulis cerpen ini dibagikan kepada murid-murid, dan mereka sangat tertarik untuk mengikutinya,” ujar Intan.

RELIMA hadir membawa secercah cahaya bagi anak-anak kami yang haus ilmu, terutama bagi mereka yang suka menulis.

Dikatakan enam kali pertemuan pelatihan telah membantu para siswa membangun kepercayaan diri dalam menulis hingga menghasilkan sebuah buku antologi cerpen.

Setelah menjalani enam kali pertemuan bersama RELIMA, murid-murid kami merasa lebih percaya diri untuk menulis sehingga berhasil menghasilkan sebuah buku antologi cerpen.

“Yang paling menarik bagi kami, pelatihan ini diberikan secara gratis oleh Perpusnas. Semoga akan lebih banyak lagi kegiatan seperti ini ke depannya,” paparnya.

Sementara Rudi Rendra berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada penerbitan buku pertama.

Ia mendorong agar pelatihan menulis dapat menjadi agenda berkelanjutan, khususnya dalam memperingati Bulan Bahasa setiap tahun.

Kegiatan ini harus  berkelanjutan dan menjadi tradisi yang baik. Setiap peringatan Bulan Bahasa, kegiatan serupa bisa kembali diadakan dengan menghasilkan karya yang beragam, baik kumpulan esai, puisi, maupun tulisan lainya.

Peluncuran buku ini menjadi salah satu capaian para peserta setelah mengikuti rangkaian pelatihan.

“Bagi para siswa, terbitnya Kepompong Langit Bocor Cahaya menjadi kesempatan untuk memperkenalkan karya mereka kepada pembaca dalam bentuk buku,” ucapnya.

Kegiatan menulis  direncanakan berlanjut melalui Komunitas Kundur Menulis. Komunitas ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi para pelajar untuk terus berlatih, mengembangkan gagasan, dan menghasilkan karya tulis secara berkelanjutan. (mas)

SARAN BERITA