BerandaKARIMUNPT Timah Tanam 1.4...

PT Timah Tanam 1.4 Juta Pohon Dalam 10 Tahun, Wujudkan Lingkungan Hijau dan Seimbang

spot_img

PANGKALPINANG, kabarkarimun.co.id – Dalam satu dekade, PT Timah Tbk telah menanam sebanyak 1.465.728 pohon di berbagai wilayah operasional yang tersebar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Rinciannya, 386.730 pohon di Kabupaten Bangka, Bangka Barat sebanyak 186.650 pohon, Bangka Tengah sebanyak 158.632 pohon, Bangka Selatan 267.129 pohon, Belitung sebanyak 160.218 pohon, dan Belitung Timur sebanyak 306.369 pohon.

Departement Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan mengatakan, program penanaman ini merupakan bagian integral dari upaya reklamasi lahan pascatambang.

Tujuannya memulihkan fungsi lingkungan, meningkatkan kualitas ekosistem, serta menciptakan kawasan yang produktif dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Program reklamasi dan penghijauan yang dilaksanakan merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan untuk memulihkan lingkungan pascatambang serta menjaga keseimbangan ekosistem. Penanaman lebih dari 1,4 juta pohon sejak 2015 hingga 2025 merupakan bentuk komitmen PT Timah Tbk dalam mendukung pelestarian lingkungan,” kata Anggi.

Dalam pelaksanaannya, PT Timah Tbk menanam beragam jenis tanaman yang disesuaikan dengan karakteristik lahan dan tujuan reklamasi. Tanaman fast growing menjadi salah satu pilihan utama untuk mempercepat proses penghijauan dan stabilisasi lahan.

Jenis tanaman tersebut antara lain akasia, sengon, cemara laut, kayu putih, dan lamtoro.

Selain itu, perusahaan juga menanam tanaman produktif seperti kelapa sawit, dan karet. Diharapkan penanaman pohon ini dapat memberikan nilai ekonomi jangka panjang.

Untuk mendukung pemanfaatan lahan yang lebih optimal, program reklamasi juga dilengkapi dengan penanaman tanaman buah-buahan.

Diantaranya jambu mete, kelapa hibrida, jambu, jeruk, sirsak, kelengkeng, alpukat, rambutan, hingga manggis. Kehadiran tanaman buah ini diharapkan dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar serta mendukung ketahanan pangan lokal.

Anggi menjelaskan bahwa pemilihan jenis tanaman disesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan ekologi setempat.

Mulai dari tanaman cepat tumbuh untuk stabilisasi lahan, tanaman lokal untuk menjaga keanekaragaman hayati. Hingga tanaman produktif dan buah-buahan yang diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Reklamasi tidak hanya kami maknai sebagai kewajiban regulasi, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat. Perusahaan memastikan lahan pascatambang dapat kembali berfungsi secara ekologis dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya. (*/ifa)

spot_img
SARAN BERITA

PT Timah Tanam 1.4 Juta Pohon Dalam 10 Tahun, Wujudkan Lingkungan Hijau dan Seimbang

PANGKALPINANG, kabarkarimun.co.id – Dalam satu dekade, PT Timah Tbk telah menanam sebanyak 1.465.728 pohon di berbagai wilayah operasional yang tersebar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Rinciannya, 386.730 pohon di Kabupaten Bangka, Bangka Barat sebanyak 186.650 pohon, Bangka Tengah sebanyak 158.632 pohon, Bangka Selatan 267.129 pohon, Belitung sebanyak 160.218 pohon, dan Belitung Timur sebanyak 306.369 pohon.

Departement Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan mengatakan, program penanaman ini merupakan bagian integral dari upaya reklamasi lahan pascatambang.

Tujuannya memulihkan fungsi lingkungan, meningkatkan kualitas ekosistem, serta menciptakan kawasan yang produktif dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Program reklamasi dan penghijauan yang dilaksanakan merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan untuk memulihkan lingkungan pascatambang serta menjaga keseimbangan ekosistem. Penanaman lebih dari 1,4 juta pohon sejak 2015 hingga 2025 merupakan bentuk komitmen PT Timah Tbk dalam mendukung pelestarian lingkungan,” kata Anggi.

Dalam pelaksanaannya, PT Timah Tbk menanam beragam jenis tanaman yang disesuaikan dengan karakteristik lahan dan tujuan reklamasi. Tanaman fast growing menjadi salah satu pilihan utama untuk mempercepat proses penghijauan dan stabilisasi lahan.

Jenis tanaman tersebut antara lain akasia, sengon, cemara laut, kayu putih, dan lamtoro.

Selain itu, perusahaan juga menanam tanaman produktif seperti kelapa sawit, dan karet. Diharapkan penanaman pohon ini dapat memberikan nilai ekonomi jangka panjang.

Untuk mendukung pemanfaatan lahan yang lebih optimal, program reklamasi juga dilengkapi dengan penanaman tanaman buah-buahan.

Diantaranya jambu mete, kelapa hibrida, jambu, jeruk, sirsak, kelengkeng, alpukat, rambutan, hingga manggis. Kehadiran tanaman buah ini diharapkan dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar serta mendukung ketahanan pangan lokal.

Anggi menjelaskan bahwa pemilihan jenis tanaman disesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan ekologi setempat.

Mulai dari tanaman cepat tumbuh untuk stabilisasi lahan, tanaman lokal untuk menjaga keanekaragaman hayati. Hingga tanaman produktif dan buah-buahan yang diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Reklamasi tidak hanya kami maknai sebagai kewajiban regulasi, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat. Perusahaan memastikan lahan pascatambang dapat kembali berfungsi secara ekologis dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya. (*/ifa)

SARAN BERITA