KUNDUR, kabarkarimun.co.id – Bupati Karimun Iskandarsyah meresmikan jembatan gantung yang menghubungkan dua desa di Pulau Kundur, Tebias dan Desa Sei Asam Kecamatan Belat, Senin (27/4/2026).
Peresmian jembatan gantung yang diberi nama “Tok Kenot” ini, ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Karimun bersama anggota DPRD Karimun Raja Rafiza, Kadis PUPR Cahyo Prayitno, dan disaksikan masyarakat setempat.
Bupati Iskandarsyah mengatakan, keberadaan jembatan gantung yang baru saja diresmikan diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Selain itu, jembatan gantung Tok Kenot dapat mempermudah akses transportasi masyarakat dua desa Tebias, dan Sei Asam.
“Sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dua desa kecamatan Belat,” sebutnya.
Kepala Desa Tebias Nazarudin sangat mengapresiasi dibangunya jembatan gantung penghubung dua desa.
“Dengan diresmikan jembatan Tok Kenot, masyarakat tidak perlu lagi mendayung perahu atau naik speedboat untuk menyeberang ke Desa Sei Asam,” paparnya.
Sementara Kepala Desa Sungai Asam Marsudi sangat berterimakasih dibangunya jembatan gantung Tok Kenot penghubung dua desa.
“Bagi masyarakat jembatan gantung sudah lama dinantikan guna mendukung aktivitas masyarakat Kecamatan Belat,” sebutnya.
Jembatan gantung Tok Kenot Kecamatan Belat dibangun pada 2025 dari usulan Cen Sui Lan ketika menjabat sebagai anggota DPR RI.
Sementara sumber pendanaan berasl dari APBN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp7,07 miliar. (mas)




