BerandaKARIMUNTerima Investor Belanda, Bupati...

Terima Investor Belanda, Bupati Karimun Tawarkan 10 Hektare Lahan untuk Proyek PLTS Biosel

spot_img

KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Bupati Karimun Ing. H. Iskandarsyah menerima kedatangan rombongan investor asal Belanda, PT Outline Dutch Core Energy, Sabtu (16/5/2026).

Kehadiran rombongan yang dipimpin Direktur ODC Energy Mr. Jan Hankerma menawarkan kerjasama proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Pertemuan yang turut dihadiri Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole SSos MM,  tim Engineering Mr. Willem, dan staf Finance Runa Nasafii, berlangsung akrab, dan hangat.

Bupati Ing.H.Iskandar didampingi Wabup Rocky M.Bawole dan Direktur Perizinan BP Karimun Henry Haris Bawole bersama jajaran direksi PT ODC Energy asal Belanda. f.richard/kabarkarimun.co.id

Terlebih Bupati Karimun Ing.H.Iskandarsyah, yang merasa bernostalgia atas kehadiran rombongan asal negeri Kincir Angin.

Mengingat, orang nomor satu di Bumi Berazam ini pernah mengenyam pendidikan di negara Belanda.

Tak heran, Bupati Iskandarsyah sempat berbincang dalam Bahasa Belanda di sela pertemuan tersebut. Hal ini menambah kekaguman rombongan yang hadir.

Kehadiran PT ODC Energy untuk berinvestasi langsung disambut positive. Bahkan Bupati menawarkan lahan 10 hektare di kawasan perkantoran bupati untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Biosel.

“Sebagai langkah awal, saya meminta PT ODC Energy membangun PLTS Biosel untuk wilayah perkantoran sebagai percontohan. Untuk lahan, kami sudah siapkan 10 hektare,” ujar Bupati.

Dengan adanya PLTS Biosel, Bupati berkeyakinan akan sangat membantu, dan lebih efesien kelistrikan di wilayah perkantoran Bupati Poros.

“Jika terwujud, akan sangat efesien, dan menghemat biaya. Artinya, pagi kita gunakan listrik dari PLN, malam disuplay PLTS,” beber Bupati.

Terkait keinginan PT ODC Energy membangun PLTS terapung, sejatinya Bupati, dan Pemerintah Karimun sangat didukung.

Namun, untuk merealisasikannya membutuhkan waktu panjang. Sebab harus dibicarakan, dan dikoordinasikan lebih jauh dengan Kementerian ESDM.

Sebagaimana yang disampaikan Jan Hankerman, bahwa danau-danau di Pulau Karimun memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sumber energi terbarukan.

ODC Energy pun membidik tiga titik danau dengan estimasi total daya 30 MW. Rinciannya, Danau Pongkar 15 MW, Danau Sentani 10 MW, dan Danau Teluk Uma 5 MW.

“Mengingat defisit energi yang saat ini dialami Karimun, kami berharap Floating Solar System ini dapat menjadi solusi jangka panjang,” ujar Jan.

Disisi lain, Jan membandingkan dua Wilayah Usaha kelistrikan yang ada belum berjalan hingga saat ini. Ditambah situasi global yang memicu kenaikan harga diesel.

“Tak hanya menyuplai listrik bersih, PLTS terapung memiliki nilai estetika tinggi yang bisa dikembangkan sebagai daya tarik wisata baru berbasis eco-tourism,” tambahnya.

Belum maksimalnya kinerja dua perusahaan yang telah memegang izin Wilayah Usaha (Wilus) kelistrikan di Karimun, mendapat sorotan dari
Direktur Perizinan dan Pemasaran BP Karimun Henry Aris Bawole SIKom.

Henry meminta Kepala BP Karimun segera membentuk tim untuk melakukan evaluasi terhadap BP Karimun PT Soma Daya dan PT KPP.

“Kami (BP Karimun, red) melihat
dua perusahaan pemegang izin Wilus kawasan yakni PT Soma Daya dan PT KPP hanya berjalan di tempat. Buktinya, selama kurang lebih 10 tahun mendapatkan izin belum bisa memenuhi kebutuhan listrik di zona yang telah ditetapkan,” tegas Henry.

Yang membuat Henry kecewa, tidak adanya kejelasan permasalahan yang dihadapi kedua perusahaan dalam memenuhi kelistrikan di kawasan industri tersebut.

“Jadi harus segera dicarikan solusinya. Jangan hanya didiamkan, kasihan BP Karimun yang siap membawa investor tetapi terbentur dengan masalah kelistrikan,” paparnya.

Secara keseluruhan, pertemuan penuh canda, dan kekeluargaan tersebut, dinilai menjadi sinyal kuat bahwa Pulau Karimun Besar siap bertransformasi menuju era energi hijau sekaligus menjawab tantangan kebutuhan daya bagi masyarakat dan sektor industri. (ifa)

spot_img
SARAN BERITA

Terima Investor Belanda, Bupati Karimun Tawarkan 10 Hektare Lahan untuk Proyek PLTS Biosel

KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Bupati Karimun Ing. H. Iskandarsyah menerima kedatangan rombongan investor asal Belanda, PT Outline Dutch Core Energy, Sabtu (16/5/2026).

Kehadiran rombongan yang dipimpin Direktur ODC Energy Mr. Jan Hankerma menawarkan kerjasama proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Pertemuan yang turut dihadiri Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole SSos MM,  tim Engineering Mr. Willem, dan staf Finance Runa Nasafii, berlangsung akrab, dan hangat.

Bupati Ing.H.Iskandar didampingi Wabup Rocky M.Bawole dan Direktur Perizinan BP Karimun Henry Haris Bawole bersama jajaran direksi PT ODC Energy asal Belanda. f.richard/kabarkarimun.co.id

Terlebih Bupati Karimun Ing.H.Iskandarsyah, yang merasa bernostalgia atas kehadiran rombongan asal negeri Kincir Angin.

Mengingat, orang nomor satu di Bumi Berazam ini pernah mengenyam pendidikan di negara Belanda.

Tak heran, Bupati Iskandarsyah sempat berbincang dalam Bahasa Belanda di sela pertemuan tersebut. Hal ini menambah kekaguman rombongan yang hadir.

Kehadiran PT ODC Energy untuk berinvestasi langsung disambut positive. Bahkan Bupati menawarkan lahan 10 hektare di kawasan perkantoran bupati untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Biosel.

“Sebagai langkah awal, saya meminta PT ODC Energy membangun PLTS Biosel untuk wilayah perkantoran sebagai percontohan. Untuk lahan, kami sudah siapkan 10 hektare,” ujar Bupati.

Dengan adanya PLTS Biosel, Bupati berkeyakinan akan sangat membantu, dan lebih efesien kelistrikan di wilayah perkantoran Bupati Poros.

“Jika terwujud, akan sangat efesien, dan menghemat biaya. Artinya, pagi kita gunakan listrik dari PLN, malam disuplay PLTS,” beber Bupati.

Terkait keinginan PT ODC Energy membangun PLTS terapung, sejatinya Bupati, dan Pemerintah Karimun sangat didukung.

Namun, untuk merealisasikannya membutuhkan waktu panjang. Sebab harus dibicarakan, dan dikoordinasikan lebih jauh dengan Kementerian ESDM.

Sebagaimana yang disampaikan Jan Hankerman, bahwa danau-danau di Pulau Karimun memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sumber energi terbarukan.

ODC Energy pun membidik tiga titik danau dengan estimasi total daya 30 MW. Rinciannya, Danau Pongkar 15 MW, Danau Sentani 10 MW, dan Danau Teluk Uma 5 MW.

“Mengingat defisit energi yang saat ini dialami Karimun, kami berharap Floating Solar System ini dapat menjadi solusi jangka panjang,” ujar Jan.

Disisi lain, Jan membandingkan dua Wilayah Usaha kelistrikan yang ada belum berjalan hingga saat ini. Ditambah situasi global yang memicu kenaikan harga diesel.

“Tak hanya menyuplai listrik bersih, PLTS terapung memiliki nilai estetika tinggi yang bisa dikembangkan sebagai daya tarik wisata baru berbasis eco-tourism,” tambahnya.

Belum maksimalnya kinerja dua perusahaan yang telah memegang izin Wilayah Usaha (Wilus) kelistrikan di Karimun, mendapat sorotan dari
Direktur Perizinan dan Pemasaran BP Karimun Henry Aris Bawole SIKom.

Henry meminta Kepala BP Karimun segera membentuk tim untuk melakukan evaluasi terhadap BP Karimun PT Soma Daya dan PT KPP.

“Kami (BP Karimun, red) melihat
dua perusahaan pemegang izin Wilus kawasan yakni PT Soma Daya dan PT KPP hanya berjalan di tempat. Buktinya, selama kurang lebih 10 tahun mendapatkan izin belum bisa memenuhi kebutuhan listrik di zona yang telah ditetapkan,” tegas Henry.

Yang membuat Henry kecewa, tidak adanya kejelasan permasalahan yang dihadapi kedua perusahaan dalam memenuhi kelistrikan di kawasan industri tersebut.

“Jadi harus segera dicarikan solusinya. Jangan hanya didiamkan, kasihan BP Karimun yang siap membawa investor tetapi terbentur dengan masalah kelistrikan,” paparnya.

Secara keseluruhan, pertemuan penuh canda, dan kekeluargaan tersebut, dinilai menjadi sinyal kuat bahwa Pulau Karimun Besar siap bertransformasi menuju era energi hijau sekaligus menjawab tantangan kebutuhan daya bagi masyarakat dan sektor industri. (ifa)

SARAN BERITA