BerandaKARIMUNPria di Kundur Ditemukan...

Pria di Kundur Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pondok Kebun

spot_img

KUNDUR, kabarkarimun.co.id – Seorang pria berinisial WY (39), warga Parit Syukur, Desa Tanjung Berlian Barat, Kecamatan Kundur Utara, ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di pondok kebun miliknya di wilayah Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Selasa (4/8/2026) pagi.

Korban diketahui telah meninggalkan rumah sejak Senin (3/8/2026) dan tidak kembali. Pihak keluarga pun berupaya mencari keberadaannya. Malangnya, korban ditemukan telah meninggal dunia.

Kapolsek Kundur Utara/Kundur Barat, AKP Ridwan Shaleh, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, sekitar pukul 07.20 WIB, seorang warga bernama Susilo menerima pesan dari istri korban yang meminta bantuan untuk mencari WY, karena sejak sehari sebelumnya tidak pulang ke rumah.

Menindaklanjuti permintaan tersebut, Susilo melakukan pencarian di sejumlah lokasi yang biasa didatangi korban. Sekitar pukul 07.30 WIB, ia menemukan WY dalam kondisi tergantung di pondok kebun milik korban di kawasan Sawang Laut.

Temuan itu kemudian dilaporkan ke Polsek Kundur Utara. Petugas bersama tim segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah.

“Begitu menerima laporan, saya bersama anggota langsung menuju TKP. Selanjutnya jenazah dievakuasi ke Puskesmas untuk dilakukan visum,” ujar AKP Ridwan Shaleh.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, ditemukan tanda-tanda yang konsisten dengan kematian akibat gantung diri.

Korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar delapan jam sebelum ditemukan.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya seutas tali nilon berwarna kuning yang diduga digunakan korban serta beberapa barang pribadi milik korban.

Pihak kepolisian menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Peristiwa ini masih dalam penanganan aparat untuk melengkapi proses administrasi dan penyelidikan.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tekanan emosional, merasa putus asa, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, penting untuk segera mencari dukungan dari keluarga, teman tepercaya, atau tenaga kesehatan maupun layanan bantuan di daerah setempat.

“Dukungan dan pertolongan tersedia, dan berbicara dengan seseorang dapat menjadi langkah awal yang sangat berarti,” jelasnya. (mas)

spot_img
SARAN BERITA

Pria di Kundur Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pondok Kebun

KUNDUR, kabarkarimun.co.id – Seorang pria berinisial WY (39), warga Parit Syukur, Desa Tanjung Berlian Barat, Kecamatan Kundur Utara, ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di pondok kebun miliknya di wilayah Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Selasa (4/8/2026) pagi.

Korban diketahui telah meninggalkan rumah sejak Senin (3/8/2026) dan tidak kembali. Pihak keluarga pun berupaya mencari keberadaannya. Malangnya, korban ditemukan telah meninggal dunia.

Kapolsek Kundur Utara/Kundur Barat, AKP Ridwan Shaleh, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, sekitar pukul 07.20 WIB, seorang warga bernama Susilo menerima pesan dari istri korban yang meminta bantuan untuk mencari WY, karena sejak sehari sebelumnya tidak pulang ke rumah.

Menindaklanjuti permintaan tersebut, Susilo melakukan pencarian di sejumlah lokasi yang biasa didatangi korban. Sekitar pukul 07.30 WIB, ia menemukan WY dalam kondisi tergantung di pondok kebun milik korban di kawasan Sawang Laut.

Temuan itu kemudian dilaporkan ke Polsek Kundur Utara. Petugas bersama tim segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah.

“Begitu menerima laporan, saya bersama anggota langsung menuju TKP. Selanjutnya jenazah dievakuasi ke Puskesmas untuk dilakukan visum,” ujar AKP Ridwan Shaleh.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, ditemukan tanda-tanda yang konsisten dengan kematian akibat gantung diri.

Korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar delapan jam sebelum ditemukan.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya seutas tali nilon berwarna kuning yang diduga digunakan korban serta beberapa barang pribadi milik korban.

Pihak kepolisian menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Peristiwa ini masih dalam penanganan aparat untuk melengkapi proses administrasi dan penyelidikan.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tekanan emosional, merasa putus asa, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, penting untuk segera mencari dukungan dari keluarga, teman tepercaya, atau tenaga kesehatan maupun layanan bantuan di daerah setempat.

“Dukungan dan pertolongan tersedia, dan berbicara dengan seseorang dapat menjadi langkah awal yang sangat berarti,” jelasnya. (mas)

SARAN BERITA