KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Suasana berbeda terlihat di Pantai Ketam, Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Sabtu (22/8/2026).
Di tengah semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, puluhan karyawan Perumda Tirta Mulia Karimun larut dalam suasana penuh canda, tawa dan kebersamaan.
Bukan urusan pekerjaan yang menjadi fokus mereka hari itu. Seragam dan rutinitas kantor sejenak ditinggalkan, berganti dengan semangat berkompetisi dalam berbagai permainan rakyat khas perayaan kemerdekaan.
Sebanyak 99 karyawan Perumda Tirta Mulia Karimun ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya berasal dari kantor pusat di Pulau Karimun, tetapi juga datang dari kantor cabang Kundur, Kundur Barat dan Moro.

Pertemuan lintas cabang ini menjadi salah satu sisi menarik dari kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar Perumda Tirta Mulia Karimun tersebut.
Di balik riuhnya perlombaan, terselip pesan yang lebih besar. Bagi manajemen, kemeriahan HUT RI menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antarkaryawan sekaligus membangun kekompakan yang nantinya dibawa kembali ke lingkungan kerja.
Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun, Ferry Kurniawan, mengatakan kegiatan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.
Melalui permainan rakyat menjadi sarana sederhana untuk menanamkan semangat nasionalisme sekaligus mempererat silaturahmi di antara karyawan.
“Selain menanamkan semangat nasionalisme dan ajang silaturahmi, kegiatan perlombaan permainan rakyat antar karyawan ini kami laksanakan guna memberikan pembinaan, menguatkan semangat kerja sama antar karyawan, serta membangun kekompakan dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari nantinya,” ujar Ferry.
Ia menilai kehadiran karyawan dari sejumlah wilayah kerja menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.
Sebab, selama ini aktivitas pekerjaan membuat karyawan di kantor pusat maupun cabang lebih banyak berinteraksi dalam lingkup tugas masing-masing.

Melalui kegiatan bersama, mereka memiliki kesempatan untuk saling mengenal secara lebih dekat.
“Kegiatan ini perdana kami laksanakan dan ini menjadi momen penting karena karyawan yang di kantor cabang Kundur, Kundur Barat dan Moro juga ikut hadir sehingga mereka dapat saling mengenal satu sama lain lintas cabang maupun dengan yang di kantor pusat,” katanya.
Ferry berharap kebersamaan yang terbangun tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Semangat tersebut diharapkan ikut terbawa ketika para karyawan kembali menjalankan tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan total sebanyak 99 orang, kami berharap para karyawan Perumda Tirta Mulia Karimun ke depan dapat meningkatkan kinerjanya usai kegiatan ini,” harapnya.
Dari Makan Kerupuk hingga Transfer Air
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Rahmat, mengatakan berbagai permainan sengaja dipilih untuk menciptakan suasana santai sekaligus menguji kekompakan dan kerja sama antarkaryawan.
Sejumlah permainan rakyat yang dipertandingkan di antaranya makan kerupuk, sambung lagu wajib nasional, transfer air, bola besar dan isi botol.
Keseruan semakin terasa karena permainan tersebut tidak hanya mengandalkan kemampuan individu.
Beberapa perlombaan justru membutuhkan komunikasi, kekompakan dan strategi antarpeserta.
“Permainan rakyat yang dilombakan ada makan kerupuk, sambung lagu wajib nasional, transfer air, bola besar, isi botol. Kami siapkan hadiah berupa uang tunai untuk setiap pemenang,” terang Rahmat.
Tidak hanya peserta yang berhasil menjadi juara yang mendapatkan apresiasi. Panitia juga menyiapkan doorprize untuk seluruh karyawan yang hadir.
Menariknya, seluruh peserta dipastikan mendapatkan hadiah melalui mekanisme undian.
“Hadiah utama doorprizenya yakni sepeda. Ada juga hadiah doorprize lainnya berupa alat elektronik dan hadiah hiburan. Kami pastikan seluruh karyawan pasti mendapatkan doorprize berdasarkan undian, hanya besar kecilnya hadiah tergantung hasil undian,” jelasnya.
Bagi Perumda Tirta Mulia Karimun, kegiatan tersebut akhirnya bukan sekadar perlombaan untuk memeriahkan bulan kemerdekaan.
Di Pantai Ketam, semangat merah putih berpadu dengan tawa dan kebersamaan. Karyawan dari berbagai wilayah kerja dipertemukan dalam suasana yang lebih cair, tanpa sekat kantor pusat maupun cabang.
Dari permainan sederhana itulah, nilai kebersamaan dibangun. Sebuah harapan agar kekompakan yang tumbuh di luar kantor dapat menjadi energi positif ketika seluruh karyawan kembali menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (*/ifa)




