KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Suhu politik di Kabupaten Karimun mulai memanas. Apalagi mendekati masa pendaftaran peserta calon kepala daerah yang dijadwalkan pada Agustus mendatang.
Melihat komposisi perolehan suara partai politik hasil Pemilu Legislative, diperkirakan ada empat bakal calon yang siap berlaga di pemilihan kepala daerah Kabupaten Karimun November mendatang.
Salah satu adalah Ketua DPD Partai Hanura, Bakti Lubis. Mantan Wakil Ketua DPRD Karimun ini pun telah menyiapkan program kerja untuk mengarungi pemilihan kepala daerah mendatang.
Enam program strategis yang telah disiapkan anggota DPRD Kepri ini sebagai bukti keseriusan membangun “Karimun Sukses”.
Diantaranya Sukses Pemerintahan, Sukses Pembangunan dan Tata Ruang, Sukses Pendidikan Dasar dan Menengah Gratis, Sukses Pelayanan Kesehatan Gratis, Sukses Perekonomian Berbasis SDA dan SDM serta Sukses Peningkatan Sosial melalui IMTAQ, Budaya dan Peduli Sesama.
Dalam tata kelola pemerintahan, Bakti Lubis menyebut saat ini masih belum berjalan sebagaimana mestinya dan masih jauh dari profesionalisme.
“Salah satunya salery pegawai yang kurang manusiawi lantaran masih di bawah UMK, serta kegiatan pembangunan yang masih berhutang atau tunda bayar ini membuktikan bahwa masih lemahnya sistem administrasi Pemerintahan kita. Ditambah banyak rekan yang belum bekerja sesuai dengan keahlian sehingga pola pemerintahan yang berjalan jadi kurang profesional,” ungkap Bakti Lubis, Rabu (5/6/2024).

Terkait misi pemerataan dan peningkatan pembangunan serta penataan ruang, Bakti Lubis menilai, masih berjalan profesional dan sesuai dengan kebutuhan. Namun belum maksimal untuk masyarakat yang di luar Pulau Karimun.
“Saat ini banyak item pembangunan yang menjadi akses wajib masyarakat di Pulau namun tidak dikerjakan. Bahkan inventarisasi kebutuhan pembangunan melalui Musrembang itu tidak konsisten dan tidak dijalankan. Maka dari itu, kami menilai ini perlu jadi fokus kedua,” sebutnya.
Dalam hal sukses pendidikan, Bakti Lubis memfokuskan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) agar dimaksimalkan untuk tenaga pendidik dalam menjalankan tugasnya serta anak didik dalam menjalankan proses belajar dan mengajar.
“Sebagai contoh trasnportasi pendidikan di hiterland atau Pulau. Para orang tua didik dan tenaga pendidik masih merasa keberatan dengan menggunakan transportasi laut, untuk itu ini juga perlu diperhatikan,” sambungnya.
Selanjutnya, Sukses dibidang kesehatan, ialah merencanakan penguatan akses kesehatan agar semakin mudah serta penguatan pelayanan di tingkat puskesmas serta transportasi masyarakat yang akses berobat di luar pulau bahkan biaya tanggungan untuk berobat diluar BPJS akan di fokuskan lewat pembiayaan JAMKESDA Karimun.
“Sukses Ekonomi berbasis SDA dan SDM maksudnya ialah mewujudkan peningkatan pendapatan melalui keikutsertaan dalam pengelolaan sumber daya alam. BUMD bidang pertambangan harus diwujudkan demi memaksimalkan potensi pendapatan kita di bidang SDA,” sebutnya.
Selain itu, berjuang menjadikan selururuh wilayah Kab.Karimum menjadi free trade zone juga merupakan salah satu langkah yang menurut Bakti Lubis dapat menggenjot pertumbuhan ekonomi di Kab.Karimun.
“Bila itu bisa kita wujudkan, maka perekonomian akan hidup, mengingat dengan hal tersebut maka kuat indikasi penambahan masuknya investasi, terbukanya lapangan pekerjaan, bertambahnya pendapatan daerah, maka kita akan mampu memberikan banyak subsidi kepada masyarakat mulai dari permodalan usaha, hingga stimulus bagi usahawan dapam menumbuhkembangkan perekonomian,” lanjutnya.
Terakhir, sukses peningkatan sosial melalui IMTAQ, budaya dan peduli sesama menjadi poin penting bagi Bakti Lubis untuk menjamin kenyamanan dalam bermasyarakat dengan sebaik mungkin, kondisi sosial yang saling terbuka, dan kerukunan yang tercipta dengan baik
“Penguatan iman dan taqwa, kebudayaan serta program kepedulian sosial kedepannya harus diberikan payung hukum. Dimana Lembaga Adat Melayu (LAM) harus menjadi prioritas utama karena kita berada di tanah Melayu. Penganggaran dana untuk pelestarian budaya ini harus kita berikan di tingkat kelurahan dan kecamatan guna menghidupkan dan melestarikan kebudayaan Melayu yang kita cintai ini,” tutupnya. (nku)




