KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Hingga tahun 2025, tercatat nilai investasi Penanaman Modal Asing (PMA) yang masuk di Kawasan Perdagangn Bebas dan Pelabuhan Bebas (PBPB) Karimun sebesar Rp21.022.640.319.212 triliun lebih.
Sedangkan nilai investasi PMDN tercatat sebesar Rp1.516.843.173.917 dengan total 247 perusahaan.
Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah menegaskan, investasi merupakan penggerak utama ekonomi daerah.
Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan investasi bukan hanya soal nilai nominal, melainkan kualitas tata kelola.

Oleh karenanya, Bupati mengapresiasi sosialisasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang digelar BP Karimun di Meeting Room Hotel Aston Karimun, Selasa (39/6/2026).
​”LKPM adalah instrumen penting bagi pemerintah dalam memantau realisasi investasi dan mengidentifikasi kendala pelaku usaha,” tegas Bupati dihadapan peserta sosialisasi.
Bupati pun berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memahami tata cara pelaporan yang benar serta mendapatkan informasi terbaru mengenai regulasi yang berlaku.
Hal senada disampaikan Kepala BP Kawasan Karimun Drs H. Agusnawarman MSi.
“Manfaatkanlah momen ini dengan maksimal mungkin. Apalagi kami menghadirkan narasumber ahli, baik dari Jakarta maupun Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau guna menjawab segala kebuntuan teknis yang sering dihadapi di lapangan,” papar Agusnawarman.
Disisi lain, Agusnawarman mengakui pengisian LKPM memiliki tingkat kesulitan tersendiri. Terlebih dengan adanya regulasi baru.
​”Sekali lagi, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Jangan sungkan untuk berkonsultasi agar setiap hambatan pelaporan dapat terjawab tuntas,” pungkas Agusnawarman.
Terpisah Ketua Pelaksana, Henri Haris Bawole SIKom mengatakan, sosialisasi LKPM merupakan langkah krusial untuk meningkatkan kesadaran kepatuhan pelaporan.
Tujuannya adalah memastikan setiap pelaku usaha memahami pentingnya menyampaikan LKPM dengan benar dan tepat waktu.
“Ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari transparansi dan akuntabilitas investasi,” tegas Henry yang juga menjabat Direktur Perizinan dan Pemasaran BP Kawasan Karimun.
Sosialisasi LKPM yang digagas BP Kawasan diikuti 100 peserta yang terdiri dari perwakilan 56 perusahaan di kawasan FTZ, serta 5 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. (ifa)




