KARIMUN, kabarkarimun.co.id — Upaya Perumda Tirta Mulia Karimun memulihkan pelayanan air bersih mulai menunjukkan hasil.
Satu unit pompa intake di Waduk Sentani yang menyuplai air baku ke Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sei Bati telah selesai diperbaiki dan kembali beroperasi.
“Selain memperbaiki mesin, tim juga melakukan instalasi dan pengujian untuk memastikan pompa dapat kembali bekerja secara optimal,” ujar
Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun, Ferry Kurniawan, SH, Sabtu (19/9/2026).
Dikatakan Ferry, proses perbaikan dan instalasi sejatinya telah selesai pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 23.35 WIB.
Selanjutnya, pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, pompa dilakukan running untuk menguji kondisi mesin, aliran serta tekanan air menuju SPAM Sei Bati.
“Hasil running menunjukkan pompa berjalan dengan baik. Air dari Waduk Sentani sudah berhasil sampai ke SPAM Sei Bati dan tekanan air dalam kondisi normal,” kata Ferry.
Dengan beroperasinya kembali pompa tersebut, bak pengolahan di SPAM Sei Bati sudah dapat kembali memproduksi air yang bersumber dari Waduk Sentani.
Ferry menjelaskan, intake Waduk Sentani merupakan salah satu sumber air baku alternatif untuk mendukung pelayanan ketika debit Waduk Sei Bati mengalami penurunan, terutama saat kondisi waduk mulai terdampak kekeringan.
Sementara itu, dua unit pompa yang berada di intake Waduk Sei Bati masih dalam penanganan. Salah satu di antaranya merupakan pompa jenis submersible yang mengalami kerusakan dan masih menunggu sejumlah suku cadang.
“Untuk pompa submersible di Waduk Sei Bati masih dalam proses perbaikan. Ada beberapa suku cadang yang harus dipesan dari luar daerah, termasuk dari Pekanbaru,” jelasnya.
Dua Kebocoran Pipa Utama Juga Sudah Diperbaiki
Selain memulihkan pompa intake, Perumda Tirta Mulia Karimun juga telah menyelesaikan perbaikan dua titik kebocoran pada pipa utama.
Kebocoran sebelumnya terjadi di wilayah Sei Raya, Kecamatan Meral, dan Harjosari, Kecamatan Tebing.
“Pekerjaan perbaikan dua jalur pipa utama yang mengalami kebocoran juga sudah selesai dilaksanakan hingga malam tadi. Seluruh tim terus bergerak untuk mempercepat pemulihan sistem,” ungkap Ferry.
Meski sejumlah pekerjaan teknis telah selesai, Ferry mengingatkan pelanggan agar memahami bahwa kondisi distribusi air belum serta-merta kembali normal.
Pasalnya, setelah beberapa hari sistem tidak beroperasi secara maksimal, jaringan perpipaan dan bak reservoir membutuhkan waktu untuk kembali terisi sebelum air dapat mengalir secara merata ke pelanggan.
“Setelah beberapa hari air tidak mengalir, kondisi perpipaan dan bak reservoir menjadi kosong. Ketika sistem kembali berjalan, diperlukan waktu untuk mengisi jaringan dan bak penampung sebelum air sampai ke pelanggan,” terangnya.
Ferry memperkirakan proses normalisasi distribusi membutuhkan waktu sekitar 1 x 24 jam.
Dalam masa pemulihan tersebut, pelanggan di sejumlah wilayah, khususnya Teluk Air dan Balai Kota, masih dimungkinkan mengalami keterlambatan menerima aliran air.
“Kami memohon maaf kepada seluruh pelanggan atas terganggunya pelayanan air bersih beberapa hari ini. Kami terus berupaya agar distribusi dapat kembali normal secepat mungkin,” ujar Ferry.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap menghemat penggunaan air dan menampung air secukupnya ketika aliran kembali tersedia. (*/ifa)




