BerandaKARIMUNKedai Kopi Aceh by...

Kedai Kopi Aceh by AH, Tempat Nongkrong Sambil Cuci Motor

spot_img

KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Secangkir kopi ternyata bisa menjadi pintu masuk untuk menghadirkan pengalaman yang berbeda.

Di tengah menjamurnya kedai kopi di Kabupaten Karimun, Kedai Kopi Aceh by AH hadir dengan konsep yang memadukan tempat bersantai, jasa perawatan kendaraan hingga layanan transaksi digital dalam satu lokasi.

Berlokasi di Jalan Pertambangan, Kelurahan Kapling, Kecamatan Tebing, kedai ini resmi dibuka pada Rabu (9/9/2026). Kehadirannya mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kabupaten Karimun, Muhammad Firdaus.

Pria yang hadir mewakili Wakil Bupati Karimun ini menilai, tidak hanya menawarkan usaha kuliner, tetapi juga membawa semangat baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dengan mengusung jargon “Pengendara, Duduk dan Nikmati”, pengunjung tidak perlu membuang banyak waktu ketika ingin merawat kendaraan.

Motor dicuci, pemiliknya bisa duduk santai menikmati kopi. Sembari menunggu kendaraan selesai, berbagai kebutuhan transaksi harian juga dapat diselesaikan melalui layanan digital yang tersedia.

“Konsep sederhana namun praktis inilah yang menjadi salah satu daya tarik Kedai Kopi Aceh by AH,” ujar M.Firdaus.

Disisi lain, Firdaus juga menilai model usaha seperti ini menunjukkan kreativitas pelaku UMKM dalam membaca kebutuhan masyarakat.

“Kehadiran kedai kopi ini bukan sekadar bisnis kuliner biasa, melainkan sebuah ekosistem UMKM yang mandiri. Ini membuka lapangan kerja baru bagi pemuda setempat, mulai dari barista hingga pekerja cuci motor,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Menurutnya, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Karena itu, dukungan terhadap pelaku usaha lokal dinilai perlu terus dilakukan, baik melalui kemudahan perizinan maupun regulasi yang dapat menciptakan iklim usaha yang lebih baik.

Ia berharap kehadiran Kedai Kopi Aceh by AH tidak berhenti sebagai tempat nongkrong baru, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu usaha yang ikut menggeliatkan perekonomian masyarakat di sekitarnya.

Terpisah pemilik Kedai Kopi Aceh by AH, Herman, mengatakan konsep usaha tersebut sengaja dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya para pengendara.

Menurutnya, masyarakat sering kali membutuhkan tempat untuk beristirahat sambil menunggu kendaraannya selesai dirawat.

Kondisi tersebut kemudian menjadi ide untuk menggabungkan kedai kopi dengan jasa cuci motor dan layanan transaksi digital.

“Kami berharap peresmian ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan waktu secara efisien. Kendaraan bisa dirawat, kita bisa bersantai, sekaligus menyelesaikan transaksi harian,” ujar Herman.

Bagi pencinta kopi, menu khas Aceh menjadi salah satu daya tarik utama. Kedai ini menawarkan Kopi Sanger tradisional serta sejumlah varian kopi khas Aceh yang diracik dengan metode penyajian khas.

Aroma kopi yang kuat berpadu dengan suasana santai menjadikan kedai ini bukan sekadar tempat menunggu motor selesai dicuci.

Pengunjung juga dapat menikmati konsep “Cuci Bersih, Kopi Sedap!” yang menjadi bagian dari identitas usaha tersebut. (ifa)

spot_img
SARAN BERITA

Kedai Kopi Aceh by AH, Tempat Nongkrong Sambil Cuci Motor

KARIMUN, kabarkarimun.co.id – Secangkir kopi ternyata bisa menjadi pintu masuk untuk menghadirkan pengalaman yang berbeda.

Di tengah menjamurnya kedai kopi di Kabupaten Karimun, Kedai Kopi Aceh by AH hadir dengan konsep yang memadukan tempat bersantai, jasa perawatan kendaraan hingga layanan transaksi digital dalam satu lokasi.

Berlokasi di Jalan Pertambangan, Kelurahan Kapling, Kecamatan Tebing, kedai ini resmi dibuka pada Rabu (9/9/2026). Kehadirannya mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kabupaten Karimun, Muhammad Firdaus.

Pria yang hadir mewakili Wakil Bupati Karimun ini menilai, tidak hanya menawarkan usaha kuliner, tetapi juga membawa semangat baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dengan mengusung jargon “Pengendara, Duduk dan Nikmati”, pengunjung tidak perlu membuang banyak waktu ketika ingin merawat kendaraan.

Motor dicuci, pemiliknya bisa duduk santai menikmati kopi. Sembari menunggu kendaraan selesai, berbagai kebutuhan transaksi harian juga dapat diselesaikan melalui layanan digital yang tersedia.

“Konsep sederhana namun praktis inilah yang menjadi salah satu daya tarik Kedai Kopi Aceh by AH,” ujar M.Firdaus.

Disisi lain, Firdaus juga menilai model usaha seperti ini menunjukkan kreativitas pelaku UMKM dalam membaca kebutuhan masyarakat.

“Kehadiran kedai kopi ini bukan sekadar bisnis kuliner biasa, melainkan sebuah ekosistem UMKM yang mandiri. Ini membuka lapangan kerja baru bagi pemuda setempat, mulai dari barista hingga pekerja cuci motor,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Menurutnya, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Karena itu, dukungan terhadap pelaku usaha lokal dinilai perlu terus dilakukan, baik melalui kemudahan perizinan maupun regulasi yang dapat menciptakan iklim usaha yang lebih baik.

Ia berharap kehadiran Kedai Kopi Aceh by AH tidak berhenti sebagai tempat nongkrong baru, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu usaha yang ikut menggeliatkan perekonomian masyarakat di sekitarnya.

Terpisah pemilik Kedai Kopi Aceh by AH, Herman, mengatakan konsep usaha tersebut sengaja dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya para pengendara.

Menurutnya, masyarakat sering kali membutuhkan tempat untuk beristirahat sambil menunggu kendaraannya selesai dirawat.

Kondisi tersebut kemudian menjadi ide untuk menggabungkan kedai kopi dengan jasa cuci motor dan layanan transaksi digital.

“Kami berharap peresmian ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan waktu secara efisien. Kendaraan bisa dirawat, kita bisa bersantai, sekaligus menyelesaikan transaksi harian,” ujar Herman.

Bagi pencinta kopi, menu khas Aceh menjadi salah satu daya tarik utama. Kedai ini menawarkan Kopi Sanger tradisional serta sejumlah varian kopi khas Aceh yang diracik dengan metode penyajian khas.

Aroma kopi yang kuat berpadu dengan suasana santai menjadikan kedai ini bukan sekadar tempat menunggu motor selesai dicuci.

Pengunjung juga dapat menikmati konsep “Cuci Bersih, Kopi Sedap!” yang menjadi bagian dari identitas usaha tersebut. (ifa)

SARAN BERITA